Beranda Berita Jepang Tertarik Produksi Masjid Berjalan di Indonesia

Jepang Tertarik Produksi Masjid Berjalan di Indonesia

BERBAGI
Masjid Berjalan. Foto : Have Halal/AP

Tokyo, Ahad.co.id- Awalnya Masjid Berjalan (Mobile Mosque) ini adalah sebagai persiapan menuju Olimpiade 2020, dimana Jepang akan menjadi tuan rumah. Dalam mempersiapkan fasilitas bagi tamu dari seluruh dunia, shalat lima waktu yang menjadi kewajiban umat muslim menjadi salah satu perhatiannya.

Pembuatnya Yasuharu Inoue, CEO Yasu Project Co. Ltd. sudah sejak lama banyak berteman dengan kalangan muslim terutama dengan negara-negara di Timur Tengah seperti Qatar, Arab Saudi dan sebagainya.

Truk yang dikaroseri dan dibentuk Masjid Berjalan (MB) tersebut lengkap dengan tempat wudhu, kompas, sajadah dan kelengkapan lain yang memiliki berat dua puluh enam ton dan diperlengkapi empat unit AC pendingin dengan kapasitas untuk lima puluh orang.

Truk ini dilengkapi dengan tempat wudhu, pada saat akan digunakan akan melebar pada sisi-sisinya hingga berukuran hampir tiga kali lipat, hingga menyediakan ruang yang cukup luas didalamnya untuk jamaah.

Inoue rencananya akan hadir di Jakarta untuk jumpa pers sekitar 24 Agustus mendatang sekaligus tampil di acara televisi di Indonesia.

Kunjungannya ke Jakarta dalam rangka bertemu dengan beberapa pengusaha, mencari tahu kemungkinan investasi di Indonesia dan berbisnis di Indonesia yang menurutnya sangat tepat untuk usaha MB seperti ini dengan harga sekitar seratus juta yen per unit.

Baca juga :   Hadir di IIMS Mandiri Syariah Tawarkan Kepemilikan Mobil Syariah

Namun kalau diproduksi di Indonesia diharapkan bisa jauh lebih murah sehingga bisa diekspor ke negara muslim dengan harga bersaing yang baik.

“Saya sedang memikirkan produksi di Indonesia mungkin kalau memang berpotensi bisnis bagus, lalu diekspor ke berbagai negara khususnya negara Islam,” kata Inoue dikutip dari Tribunnews.

“Kita sangat mendukung kalangan muslim di dunia karena tampaknya dengan MB ini akan semakin memudahkan kalangan muslim mendekatkan diri tentunya dengan Allah, menjalankan salat 5 waktu dengan baik,” Inoue menambahkan.

Masjid ini diharapkan akan membantu memenuhi kebutuhan adanya tempat shalat pada moment – moment tertentu yang bersifat sementara, dapat ditempatkan dimana saja namun tetap nyaman.

Ahmad Royyan