Beranda Ekonomi Selain di Indonesia, Global Qurban Juga Salurkan Kurban ke 45 Negara

Selain di Indonesia, Global Qurban Juga Salurkan Kurban ke 45 Negara

BERBAGI

Jakarta, Ahad.co.id- Setiap tahunnya, perayaan Iduladha selalu membawa serta spirit meraih takwa dan membahagiakan sesama. Ibadah kurban menjadi momen umat muslim untuk semakin mendekatkan diri pada ilahi, sekaligus merekatkan tali silaturahmi kepada saudara sebangsa atau bahkan lintas negara. Indonesia, negara berpenduduk muslim terbesar di dunia, senantiasa menunjukkan multi-sisi ibadah kurban ini, yang terekam dalam delapan tahun perjalanan Global Qurban – Aksi Cepat Tanggap (ACT).

Tahun 2018, Global Qurban kembali mengajak masyarakat Indonesia untuk bersama meluaskan maslahat kurban. Semangat kurban tahun ini terangkum dalam tema “Indonesia Berqurban, Bangsa dan Dunia Menikmatinya”.

Indonesia Berqurban mencerminkan semangat Global Qurban untuk merekatkan kebersamaan masyarakat Indonesia melalui momen ibadah kurban. Hal ini disampaikan oleh Presiden ACT Ahyudin dalam peluncuran Indonesia Berqurban di Jakarta Selatan, Kamis (19/7). Kebersamaan tersebut, menurutnya, bukan semata-mata untuk diri sendiri, namun juga untuk dunia.

Ia juga menyampaikan bagaimana kurban diartikan sebagai produk langit. Apapun yang datang dari Mahabesar mesti besar.

“Energi langit itu lah yang kemudian membawa kami hingga berani untuk mengeksplorasi, berani berijitihad, berani terus melangkah. Kalau bangsa memahami kurban sebagai sesuatu yang besar, rabbaniyah dari Allah, untuk menjadi sarana yang besar untuk membangun kehidupan, derajat bangsa ini naik ke langit, di hadapan Allah SWT. Oleh karena itu, kurban juga bisa jadi cara umat untuk menggelorakan kebaikan,” papar Ahyudin, di sela acara peluncuran Indonesia Berqurban yang juga dihadiri oleh Ustaz Bachtiar Nasir dan Kepala Desa Jipang Ngadi.

Momen kurban tahun ini berdekatan dengan Hari Kemerdekaan Indonesia. Ini menjadi momen yang tepat untuk menguatkan semangat kebangsaan dan mempererat persatuan. Tahun lalu, kebersamaan masyarakat Indonesia mampu meluaskan maslahat kurban hingga pelosok negeri dan negara-negara yang terdampak bencana dan krisis kemanusiaan. Tahun ini, imbuh Ahyudin, insya Allah akan ada lebih banyak masyarakat yang bergabung dalam semangat berbagi kebahagiaan kurban ini.

Tahun lalu, Global Qurban menyapa 250 kabupaten/kota di 34 provinsi di Indonesia serta 40 negara pra-sejahtera maupun yang terpapar krisis kemanusiaan. Jumlah wilayah jangkauan distribusi kurban ini meningkat pada tahun ini. Tahun 2018, Global Qurban akan membawa amanah kurban masyarakat Indonesia ke 265 kabupaten/kota di 34 provinsi Indonesia dan 45 negara.

Baca juga :   Pesantren Diharap Mainkan Peran di Dunia Industri Nasional

Rini Maryani selaku Presiden Global Qurban – ACT menjelaskan, target wilayah distribusi mencakup pelosok negeri, di mana mayoritas masyarakatnya sangat membutuhkan. Untuk wilayah distribusi global, penambahan jangkauan meliputi Afghanistan, Senegal, Guinea, Tunisia, Mesir, dan Maldives.

“Saudara di pelosok negeri kami sapa, pun dengan masyarakat di negara-negara yang terdampak krisis kemanusiaan maupun kemiskinan. Misalnya saja negara di kawasan Timur Tengah, Afrika, dan Asia,” kata Rini.

Ia menambahkan, Global Qurban menggulirkan dua program baru pada momen kurban tahun ini. Program-program tersebut di antaranya adalah Kapal Qurban dan Dapur Qurban. Dua program ini menjadi tidak hanya menjadi ikhtiar untuk meluaskan nikmat kurban, namun juga sebagai ikhtiar untuk mempererat persatuan bangsa.

“Namanya persatuan itu dalam berbagai bentuk. Misalnya dengan Kapal Qurban, kita akan membawa hewan kurban dari wilayah Indonesia yang kaya akan ternak ke wilayah yang kurang ternak. Sehingga, bisa terpenuhi kebutuhan kurbannya. Kapal Qurban akan bawa hewan kurban dari Sumbawa ke Jawa (termasuk Jakarta). Lalu juga dari Pulau Seram ke Papua. Jadi persaudaraan itu luas, seperti sisi pengadaan hewan kurban,” jelas Rini.

Sementara itu, momen kebersamaan juga akan dirasakan melalui program Dapur Qurban. Momen ini diwujudkan dengan santap bersama menu utama daging kurban. Ini membantu masyarakat betul-betul menikmati kebersamaan saat Iduladha, termasuk yang mungkin hari itu tak memiliki bahan makanan lainnya kecuali daging kurban.

Dapur Qurban akan menyasar wilayah pra-sejahtera di Jakarta dan juga 15 kota besar di Indonesia.

“Insya Allah, momen kurban tahun ini akan dinikmati oleh berbagai elemen masyarakat, mulai dari mereka yang mampu, hingga mereka yang membutuhkan. Baik itu di dalam negeri, maupun luar negeri. Iduladha itu mempersatukan umat. Jadi benar, Iduladha adalah hari besar umat Islam, dengan segala kebersamaannya, bahkan lintas benua,” pungkas Rini.

Dudy S.Takdir