Beranda Ekonomi IBM Siap Salurkan 2.300 Hewan Kurban ke Indonesia Timur

IBM Siap Salurkan 2.300 Hewan Kurban ke Indonesia Timur

BERBAGI

Jakarta, Ahad.co.id- Minimnya akses ke pedalaman di Indonesia Bagian Timur membuat taraf hidup masyarakat di sana terus menerus berada di bawah garis kemiskinan. Selain itu, kondisi mereka yang serba terbatas pun berdampak rendahnya asupan gizi karena jarang mengonsumsi daging dan susu sehingga menyebabkan lambatnya pertumbuhan badan.

Direktur Insan Bumi Mandiri (IBM), Ridwan Kamil mengatakan, kondisi yang demikian dapat diubah melalui pemberdayaan para peternak hewan kurban yang tujuannya selain untuk meningkatkan taraf ekonomi masyarakat juga gizi yang lebih baik.

“Sebelum kami masuk ke daerah pedalaman Indonesia Timur, belum ada lembaga yang concern dengan daerah terpencil di sana. kurban mengubah masyarakat yang jarang mengonsumsi daging menjadi lebih tercukupi gizinya,” kata Ridwan dalam konferensi pers ‘Pemberdayaan Indonesia Timur Melalui Qurban’ di Jakarta, Rabu (19/7).

Ridwan menjelaskan, saat ini lembaga kemanusiaan yang dikelolanya telah memberikan layanan program bagi 12.500 warga pedalaman sejak tahun 2016. Wilayah pelaksanaan program ini tersebar di 10 Provinsi, 22 Kabupaten/Kota, 53 Kecamatan, dan 103 Desa, yang melingkupi Papua, Sulawesi, Nusa Tenggara, dan Sumatera.

Pada tahun 2018 mendatang dia menargetkan dapat menyalurkan 2.300 hewan kurban yang terdiri dari 2.000 hewan kambing dan 300 hewan sapi dengan target sekitar 4.100 masyarakat di pedalaman Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur, yang akan menerima manfaatnya.

Agar distribusi hewan kurban dapat disalurkan tepat sasaran, jelas Ridwan, IBM akan menjalin kerjasama dengan para takmir masjid. Sebab menurutnya, para takmir masjid biasanya adalah pihak yang memegang data siapa saja warga yang tergolong sebagai golongan yang berhak menerima daging kurban.

Baca juga :   Alhamdulillah, UIN Jogja Cabut Larangan Menggunakan Cadar

“Agar manfaat kurban bisa dirasakan hingga ke berbagai pelosok, kami akan menjadikan masyarakat dan lembaga lokal sebagai mitra,” katanya.

Selain itu, lanjut Ridwan, IBM juga akan menggandeng pemerintah daerah Kabupaten Alor untuk mendampingi para peternak lokal di sana agar kapasitas produksi hewan kurban dapat terus ditingkatkan di masa mendatang. Salah satu caranya adalah dengan memeriksakan kondisi hewan kurban secara rutin agar kesehatan mereka terjaga.

Rendahnya pengetahuan pengelolaan hewan kurban ditambah dengan minimnya sumber daya hewan kurban di NTT menjadi isu pemberdayaan utama yang akan disorot IBM.

“Peternak lokal di sini biasanya memiliki dua atau tiga kambing saja, itupun diurus seadanya. Jadi mereka belum memiliki orientasi ternak produktif,” ujar Ridwan.

Misi pemberdayaan masyarakat di pedalaman pun dikembangkan lebih lanjut oleh IBM pada tahun 2018 dengan menginisiasi pembinaan bagi para peternak di Kampung Nurdin, Kab. Alor, NTT.

“Ini adalah inisiatif kami menjelang momentum kurban tahun ini, agar masyarakat yang biasanya memiliki penghasilan tak menentu dari berkebun maupun melaut, bisa mendapatkan penghasilan tambahan untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka,” ungkap Ridwan.

Hasbi Syauqi