Beranda Berita Tolak Internasionalisasi Pengelolaan Dua Tanah Suci

Tolak Internasionalisasi Pengelolaan Dua Tanah Suci

BERBAGI

Jakarta, Ahad.co.id- Rabithah Ulama dan Dai Asia Tenggara menggelar seminar internasional tentang pembelaan terhadap tanah suci, yakni Kota Mekah, Madinah dan Baitul Maqdis di Jakarta, Jumat (6/7/2018).

Ketua Rabithah Ulama dan Dai Asia Tenggara, Ustaz Zaitun Rasmin menegaskan, keberadaan kota Mekah, Madinah, dan Baitul Maqdis tidak bisa dipisahkan dari Aqidah dan Ibadah kaum muslimin.

“Kaum muslimin di seluruh dunia wajib bersyukur atas terpeliharanya dua kota suci utama, yaitu Makkah dan Madinah, dalam penjagaan dan pemeliharaan penuh kaum muslimin di bawah kepemimpinan yang mulia Raja Saudi Arabia sebagai pelayan dua kota suci,” katanya.

Namun demikian, kaum muslimin tidak boleh lupa dengan kondisi kota suci yang ketiga, yaitu Baitul Maqdis yang sudah lebih dari tujuh puluh tahun dalam cengkeraman penjajahan Zionis Israel hingga saat ini.

“Padahal sejatinya semua kota suci itu harus berada dalam penguasaan, pemeliharaan, dan penjagaan umat Islam sendiri. Karena hakikat kota suci itulah adalah keberadaan “Rumah Allah”, yaitu mesjid-mesjid suci, dan Allah hanya mengizinkan penjaga dan pemakmur mesjid-mesjid Allah itu adalah rang-orang yang beriman, bukan orang-orang yang kafir dan menyekutukan-Nya,” jelas Ustaz Zaitun.

Selain mengajak umat Islam untuk berusaha mengembalikan Baitul Maqdis ke tangan kaum muslimin, dia juga menyoroti usaha-usaha untuk mengacaukan kedamaian dan stabilitas kota suci Mekah dan Madinah dengan wacana internasionalisasi pengelolaan dua kota suci itu.

Baca juga :   Maneger Nasution: Polisi Harus Proses Pelaku Persekusi Terhadap UAS

“Isu dan gagasan seperti itu tentu sangat berbahaya bagi negara pelayan dua kota sucikhususnya, stabilitas kawasan, dan bagi umat Islam di seluruh dunia pada umumnya. Oleh sebab itulah kewajiban kaum muslimin di dunia untuk menolak gagasan tersebut dan bersatu padu untuk membela kesucian dan keselamatannya,” jelasnya.

Seminar internasional “Pembelaan terhadap Tanah Suci Umat Islam” diikuti oleh sekitar seratus ulama dan dai dari berbagai wilayah di Indonesia. Mereka adalah sebagian dari peserta Pertemuan Ilmiah Internasional ke-5 yang digelar sejak Selasa, 3 Juli lalu. Bertindak sebagai narasumber Syekh Dr Murawih Nassar dan Syekh Dr Isa Al-Masmali.

Saat konferensi pers, selain dua narasumber utama, Ustaz Zaitun Rasmin juga didampingi oleh Sekjen MIUMI sekaligus Ketua Umum Spirit of Aqsa Ustaz Bachtiar Nasir, Mudir Aam JATMAN KH Wahfiudin, dan beberapa ulama dari negara lain.

Dudy S.Takdir