Beranda Ekonomi Pegadaian Siap Konversi Outlet di Jatim Jadi Layanan Syariah

Pegadaian Siap Konversi Outlet di Jatim Jadi Layanan Syariah

BERBAGI

Jombang, Ahad.co.id- Pegadaian segera melakukan konversi outlet konvensional menjadi syariah di beberapa kota di Indonesia. Ini sejalah dengan program Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) dalam percepatan pengembangan ekonomi dan keuangan syariah di Indonesia karena dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Pengembangan ekonomi dan keuangan syariah perlu disegerakan. Karena produk keuangan syariah secara nyata dapat meningkatkan kesejahteraan, tidak hanya umat muslim, tetapi juga seluruh kalangan masyarakat,” tegas ungkap Dirut PT Pegadaian (Persero) Sunarso, Ahad (1/7), di Jombang, Jawa Timur.

Pengembangan produk keuangan syariah dan tren industri halal di beberapa kota terbukti mampu menggerakkan roda ekonomi, meningkatkan pendapatan dan kesempatan kerja, termasuk memberdayakan UMKM sehingga pada akhirnya dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi nasional.

“Untuk itu Pegadaian segera mengkonversi beberapa outletnya menjadi syariah untuk menjawab kebutuhan masyatakat, utamanya di Jawa Timur,” tambah Sunarso.

Hal itu diungkapkan Sunarso dalam acara Halaqah Pengasuh Pesantren bersama Majelis Permusyawaratan Pengasuh Pesantren Se-Indonesia (MP3i) yang mengambil tema “Urgensi Keuangan Syariah Untuk Pemberdayaan Ekonomi Ummat.”

Pembicara lain dalam Halaqah itu antara lain Ketua Umum MUI KH. Ma’ruf Amin, Prof. M. Mahfud MD, Dr. KH. Cholil Nafis, MA, dan Pengasuh Pondok Pesantren As Salafiyyah As Syafi’iyyah Situbondo KH. Afifuddin Muhajir.

Menurut Ketua Majelis Ulama Indonesia Ma’ruf Amin, pengembangan ekonomi syariah itu dapat mendorong percepatan pengembangan sektor keuangan syariah. Selama ini, pemerintah dan stakeholder lebih fokus mendorong pertumbuhan industri keuangan syariah, tetapi pemberdayaan ekonomi syariah sendiri belum banyak disentuh.

Baca juga :   Teken MoU, Forum Jurnalis Muslim Bakal Latih Relawan MRI se-Indonesia

“Untuk itu kami terus bekerjasama dengan berbagai pihak supaya masyarakat makin paham dengan keberadaan produk-produk syariah, yang bisa dijadikan sumber pembiayaan, menggantikan pembiayaan konvensional dan pemberdayaan ekonomi ummat. Sebagai negara dengan mayoritas muslim, kondisi Indonesia sangat ketinggalan dalam penyerapan dana dari keuangan syariah. Dengan kegiatan ini diharapkan dapat meningkat lebih besar lagi” ujar KH Ma’ruf Amin.

Sementara itu, pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng KH. Solahuddin Wahid mengatakan bahwa sejak berdirinya salah satu bank syariah di Indonesia pada awal tahun 90-an, perkembangan ekonomi syariah terus mengalami peningkatan. Bahkan sekarang sudah banyak lembaga-lembaga baik itu pesantren maupun non-pesantren yang sudah melakukan inisiatif syariah.

“Walaupun memang harus diakui masih banyak pekerjaan rumah yang harus dilakukan ummat islam agar perekonomian syariah bisa memberikan kontribusi yang lebih besar lagi bagi negara,” tutup KH. Solahuddin Wahid.

Daniel Amrullah