Beranda Gaya Hidup Isyarat dari Ustaz Hari Moekti Sebelum Meninggal Dunia

Isyarat dari Ustaz Hari Moekti Sebelum Meninggal Dunia

BERBAGI

Bogor, Ahad.co.id- Siti Nurjannah Ummu Aulia masih tak percaya dengan kepergian sang suami, Almarhum Ustaz Hari Moekti. Apalagi, sebelum meninggal dunia, kondisi fisik Hari Moekti cukup sehat.

“Habis Lebaran berapa hari juga gitu Abi (Harry Moekti) banyak makan, katanya, ‘Perasaan Abi dikasih makan nikmat banget gitu’. Nggak ada firasat yang lain-lain, sih, karena dilihat dari kondisinya sehat, nggak mengeluh,” ucap sang istri yang akrab dipanggil Umi Ummu ini saat ditemui di rumah duka.

Bahkan, lanjut Umi Ummu ini, saat memakan bihun goreng yang menjadi salah satu makanan kesukaan almarhum sempat mengucap syukur.

“Pas makan bihun goreng di Cimahi kemarin itu juga, dia kan sering makan itu ya favoritnya, ‘hmm, enak banget ya, harus bersyukur Abi mah dikasih nikmat bisa makan begini’,” ucapnya mengingat kenangan bersama sang suami.

Namun, ternyata Umi Ummu baru menyadari bahwa beberapa tanda suaminya akan berpulang telah terjadi saat Lebaran.

Di antaranya, biasa bersilaturahmi dan memberi tausiyah mengenakan pakaian hitam, saat itu memilih memakai pakaian putih terus menerus.

“Biasanya suami pakai baju jubah hitam, tapi kalau ke masjid yang terdekat, beliau kadang pakai baju jubah putih. Tapi kalau pergi ke luar enggak pernah tuh ya (pakai putih) pasti hitam, (mengisi) tausiah, acara formal juga pakai hitam,” lanjut Umi.

Baca juga :   Kemana Larinya Pajak dan Utang Kami, Sri?

Bahkan, ungkapnya, saat bersilaturahmi ke rumah saudara saat Lebaran, Hari Moekti tetap dengan busana putihnya. Bagi Umi Ummu hal itu adalah hal yang ganjil.

“Beliau mau (silaturahmi) ke keluarga pakai baju putih. Sudah sampai Bandung tuh mungkin karena bajunya agak kusut, terus tanya ke ibu saya ‘Nek, Abi pakai baju ini pantas nggak?’, terus Abi enggak ganti,” tukasnya.

Diketahui, Hari Moekti tutup usia pada Minggu (24/6) malam di Cimahi, Jawa Barat. Rocker yang memilih jalan menjadi pendakwah ini meninggalkan empat orang anak.

Anak pertama Fakih Zulfikar, anak kedua Muhammad Auliauddin Hanif, anak ketiga Haura Muntajah, dan si bungsu Rhawhouw Fafhiah Ramadhani.

JPNN | Daniel Amrullah