Beranda Berita Cetak Dai Milenial, Bakomubin Gelar Festival Mubaligh Indonesia

Cetak Dai Milenial, Bakomubin Gelar Festival Mubaligh Indonesia

BERBAGI

Jakarta, Ahad.co.id- Untuk mencetak kader dakwah dari generasi milenial, Badan Koordinasi Mubaligh Indonesia (Bakomubin) segera menggelar Festival Muballigh Indonesia (FMI).

Hal tersebut diungkapkan oleh Ketua Umum Bakomubin, Prof. Dr. KH. Deddy Ismatullah. SH. MH. Menurutnya, generasi milenial memiliki potensi besar untuk meneruskan estafet dakwah Islamiyah di Indonesia.

“Mereka adalah generasi penerus, oleh karenanya dari sekarang kita siapkan mereka menjadi dai yang visioner, cerdas dan tangguh dengan metode dakwah rahmatan lil’alamin dalam rangka penguatan NKRI lewat ajang FMI,” katanya dalam konferensi pers di kantor DPP Bakomubin, di Jakarta, Sabtu (2/6/2018).

Festival Mubaligh Indonesia, lanjutnya, bukan bagian dalam program sertifikasi dan pendataan ulama versi Kementerian Agama.

“Tidak ada kaitannya dengan 200 ulama versi Kemenag, walaupun program ini didukung oleh Kemenag, Majelis Ulama Indonesia (MUI), Kementerian Sosial, serta Persatuan Artis Film Indonesia (PARFI),” jelas Prof Deddy.

Dia juga menjelaskan, FMI akan dilaksanakan setelah Idul Fitri dan melibatkan generasi milenial yang ada di 514 Kabupaten/Kota yang tersebar di 34 Provinsi.

Baca juga :   Indonesia Berpeluang Masuk Dewan Keamanan PBB

Dalam kesempatan yang sama, Sekretaris Jenderal Bakomubin, Abdurrahman Tardjo juga mengungkapkan, FMI merupakan rangkaian dari Milad Bakomubin ke-22.

“Lewat FMI kami harapkan muncul mubaligh yang dapat menyampaikan risalah Islam dengan bahasa dan gaya kekinian. Sehingga akan lebih mudah diterima oleh jamaah,” tambahnya.

Ketua panitia nasional Milad Bakomubin ke-22, Ahmad Rizal menambahkan, nantinya tiap kabupaten akan diwakili oleh tiga mubaligh dengan rentang usia 15 – 25 tahun atau usia remaja yang akan diseleksi kembali di tingkat provinsi.

“Selanjutnya para finalis terpilih akan berkompetisi di Jakarta yang akan disiarkan oleh stasiun televisi nasional,” pungkasnya.

Dudy S.Takdir