Beranda Ekonomi LAZIS Wahdah Buka Puasa Bersama Pengungsi Rohingya di Bangladesh

LAZIS Wahdah Buka Puasa Bersama Pengungsi Rohingya di Bangladesh

BERBAGI

Bangladesh, Ahad.co.id – LAZIS Wahdah menggelar buka puasa bersama pengungsi Rohingya di Masjid Wihdatul Ummah, Jadimora, Nay Para, Tekhnaf-HWY, Coxs Bazar, Bangladesh, pada Jumat (25/5).

Dalam kegiatan yang dihadiri oleh ribuan pengungsi Rohingya ini LAZIS Wahdah menyalurkan 2.500 paket hidangan buka puasa.

Masjid Wihdatul Ummah merupakan salah satu masjid terbesar yang dibangun oleh Wahdah Islamiyah di sisi kamp pengungsian dengan tanah wakaf dari penduduk setempat.

Masjid dengan luas 48 x 60 meter persegi tersebut mulai dibangun pada Desember tahun 2017 dan telah rampung serta resmi dimanfaatkan oleh pengungsi pada hari Jumat 2 Maret 2018 lalu.

Selain Masjid Wihdatul Ummah, Wahdah Islamiyah juga telah merampungkan lima masjid di kawasan kamp pengungsian lainnya.

”Alhamdulillah, berkat doa dan dukungan dari masyarakat Indonesia akhirnya Wahdah Islamiyah bisa merampungkan enam Masjid untuk para pengungsi Rohingya di Bangladesh,” ucap ustadz Syahruddin C Asho, Sabtu (26/5).

Selain di masjid Wihdatul Ummah, LAZIS Wahdah juga menyalurkan paket buka puasa untuk pengungsi Rohingya di lokasi yang lain.

“Penyaluran buka puasa ada 7 lokasi, 1 titik di masjid jami Wihdatul Ummah, 4 titik di masjid dalam kamp yang kita bangun untuk pengungsi, 1 titik di kompleks sekolah tahfizh Ummatan Wahidah, dan juga di salah satu masjid yang kita bantu renovasinya dulu.” Jelas Syahruddin.

Baca juga :   Pemecatan Guru karena Pilkada, Disdik Bekasi Lakukan Mediasi

Ramadhan tahun ini, Wahdah Islamiyah melalui LAZIS Wahdah menjalankan berbagai macam program untuk pengungsi Rohingya di Bangladesh. Selain Program pendidikan lewat sekolah permanen dan madrasah masjid yang LAZIS Wahdah bangun sebelumnya, program Tebar Ifthar juga sampai ke kamp pengungsian, juga ada program Tebar Al-Qur’an dan bantuan bahan kebutuhan pokok di kamp pengungsian.

LAZIS Wahdah akan terus berkomitmen untuk membantu masyarakat Rohingya yang telah bertahun-tahun merasakan penindasan dan terusir dari negerinya sendiri.

Hasbi Syauqi