Beranda Berita Ustaz Abdul Somad Bantah Dukung Bom Bunuh Diri di Indonesia

Ustaz Abdul Somad Bantah Dukung Bom Bunuh Diri di Indonesia

BERBAGI
Kredit foto: Fanspage Ustadz Abdul Somad

Jakarta, Ahad.co.id- Ustaz Abdul Somad (UAS) akhirnya angkat bicara soal tuduhan dirinya membenarkan bom bunuh diri di Indonesia. Tudingan itu berawal dari cuplikan video pendek Ustaz Abdul Somad saat menjawab pertanyaan jamaah.

“Video itu dipotong, saya masih ingat itu pertanyaan di Masjid Annur 2-3 tahun lalu. Itu kajian Sabtu Subuh. Pertanyaan jamaah waktu itu, apa pendapat ustaz tentang bom bunuh diri di Palestina, begitu bunyi pertanyaannya,” katanya dalam video yang Ahad.co.id terima, Selasa (15/5/2018).

Menjawab pertanyaan itu, dia menjelaskan tindakan pejuang Palestina itu bukan bom bunuh diri, tapi itu merupakan gerakan mati syahid.

“Lalu video itu dipotong. Ketika ada bom di Kampung Melayu jadi viral, terakhir di Surabaya juga viral lagi,” katanya.

Padahal, lanjutnya ada perbedaan antara di Palestina dengan di Indonesia. Menurutnya non muslim di Indonesia adalah ahlu dzimmah atau yang dalam perlindungan negara karena tidak memerangi umat Islam. Tidak boleh ahlu dzimmah disakiti dan dibunuh tanpa hak.

“Sedangkan yang di Palestina ini Harbi (non muslim yang memerangi umat Islam-red), terutama Yahudi Zionis. Mereka telah memerangi kaum muslimin dan mengusir kaum muslimin dari tanahnya,” jelas Ustaz Abdul Somad.

Baca juga :   Peluru Kendali Israel Hantam Kota di Suriah

Dia kemudian menyitir surat Al Mumtahanah ayat 8, kalau mereka tidak mengusir kamu dari kampung halaman dan tidak memerangi kamu, maka kamu harus berbuat baik kepada mereka dan berbuat adil.

“Kenapa ini tidak berlaku di Palestina karena orang Israel sudah memerangi dan mengusir Palestina. Jadi jangan digeneralisir, jangan dipotong,” ungkapnya.

UAS juga menjelaskan dalil-dalil syahidnya pejuang Palestina yang melakukan bom syahid, antara lain berdasarkan hadits sahih yang diriwayatkan Imam Bukhari. Hadits itu berkisah tentang seorang sahabat yang maju menerobos pertahanan musuh saat perang Uhud, padahal kesempatan hidupnya sangat kecil.

“Jadi bukan dalam keadaan aman, bukan saat hidup bertetangga lalu tiba-tiba meledakan bom. Nah tidak begitu keadaannya,” kata UAS.

Hasbi Syauqi