Beranda Berita Polri Diminta Evaluasi Cara Penanganan Teroris

Polri Diminta Evaluasi Cara Penanganan Teroris

BERBAGI
Rombongan Napiter dari Mako Brimob tiba di Nusakambangan

Jakarta, Ahad.co.id- Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta S Pane menyatakan, Polri harus mengevaluasi dua kasus penyerangan yang terjadi berturut-turut di Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat.

Dia menduga dua serangan dalam waktu berdekatan itu mencerminkan buruknya koordinasi di internal Polri dan ketidaktaatan pada standard operating procedure (SOP).

“Pernyataan Kapolri Jenderal Tito Karnavian yang kaget melihat isi rutan itu (Rutan Mako Brimob) overkapasitas adalah bukti nyata buruknya koordinasi dan kualitas pengawasan atasan terhadap bawahan di internal polri,” ungkap Neta, Sabtu (12/5/2018).

Dia menambahkan, Polri harus melakukan introspeksi dan mengevaluasi diri agar tidak terus menjadi sasaran teroris. Menurutnya, pasca-insiden penyerangan dan penyanderaan di Rutan Mako Brimob membuat para teroris serasa mendapat angin.

Baca juga :   Siti Hotel Raih Penghargaan Pelayanan dan Kebersihan Terbaik versi Traveloka

“Polri perlu meningkat profesionalitasnya agar gerakan terorisme bisa segera dilumpuhkan,” pungkasnya.

Hasbi Syauqi