Beranda Headline NII, Jokowi dan NKRI

NII, Jokowi dan NKRI

BERBAGI
Pemimpin redaksi AHAD.CO.ID, Tjahja Gunawan Direja/Dokpri

Oleh Tjahja Gunawan
Pemimpin Redaksi Ahad.co.id

Ahad.co.id- Ada laporan menarik dalam Majalah Tempo edisi terbaru, yakni pertemuan Presiden Joko Widodo dengan para ulama se-Bandung Raya. Namun dalam teks foto majalah tersebut hanya disebutkan:

“Presiden Joko Widodo berfoto bersama ulama se-Bandung Raya di Istana Merdeka, 3 April 2018.”

Semua orang juga juga sudah mengetahui siapa Jokowi. Saya dan mungkin juga sebagian besar masyarakat Indonesia sudah mengetahui seperti apa wajah dan bentuk muka Joko Widodo.

Teks foto itu nyaris tidak memberikan informasi penting kepada pembaca. Padahal, nama orang-orang yang berfoto dengan Jokowi juga penting untuk diketahui pembaca. Berita dan teks foto tersebut memberitahukan namun sekaligus menyembunyikan informasi.

Tapi okelah kita lupakan itu sebab pesan yang hendak disampaikan Majalah Tempo dan juga pihak istana kepada masyarakat: “Ini loh Presiden Jokowi bersama Ulama se-Bandung Raya”.

Sehingga nama-nama “ulama” yang berfoto ria dengan Presiden itu dianggap tidak perlu disebutkan dan memang sengaja dirahasiakan. Dan propaganda selanjutnya sudah bisa ditebak, keluarlah flyer foto Presiden sedang berjalan bersama dengan latar belakang tulisan 2019.

Wajar kalau masyarakat mempertanyakan “para ulama” yang berfoto bersama Jokowi karena tidak ada satupun dari mereka yang dikenal.

Ulama dari Jawa Barat atau Kota Bandung yang lebih dikenal selama ini antara lain KH Abdullah Gymnastiar atau Aa Gym, KH. Miftah Faridh, KH Athian Ali Da’i, dan Ustaz Arifin Ilham.

Alhamdulillah, rasa penasaran saya akhirnya terjawab. Dalam sebuah perbincangan dengan teman-teman di salah satu Grup WA, akhirnya bisa didentifikasi bahwa salah seorang “ulama” yang berfoto dengan Presiden bernama
Sardjono bin Sekarmadji Maridjan Kartosoewirjo (orang yang membawa map, sebelah kanan Presiden Jokowi). Beliau adalah salah satu anak tokoh NII (Negara Islam Indonesia).

Tidak diketahui dengan pasti perancang pertemuan Presiden Jokowi dengan salah satu anak tokoh NII tersebut. Namun yang jelas, peristiwa tersebut menjadi menarik di tengah isu kriminalisasi terhadap ulama dan para aktivis Islam akhir-akhir ini.

Baca juga :   GNPF Ulama: Jangan Pilih Partai Pendukung Pengesahan Perppu Ormas

Berdasarkan tautan artikel di bawah ini disebutkan bahwa Sardjono Kartosuwirjo masih berusia relatif kecil ketika bapaknya dieksekusi hukuman mati di era Orde Lama dibawah kepemimpinan Presiden Soekarno pada tahun 1963.

Namun di era awal Orde Baru, anak-anak Kartosuwirjo kembali menjadi perbincangan menyusul munculnya gerakan DI/TII (Darul Islam/Tentara Islam Indonesia).

Rupanya gerakan DI/TII memang sengaja diberi angin oleh pemerintah Orde Baru untuk menghadapi sisa-sisa gerakan komunis. Keberadaan DI/TII waktu itu sengaja dipelihara rezim Orde Baru dibawah komando Ali Moertopo, sebagai salah satu menteri rezim Orba yang mempunyai kemampuan di bidang intelejen.

http://serbasejarah.blogspot.co.id/2012/09/sardjono-kartosoewiryo-tentang-sang.html?m=1

Semoga pertemuan Presiden Jokowi dengan ulama se-Bandung Raya itu cuma sekadar propaganda menjelang Pemilu Presiden tahun 2019.

Kita berdo’a kepada Allah SWT agar umat Islam Indonesia bisa tetap solid dan tidak mudah dipecah belah sehingga Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) bisa tetap utuh. Kita juga berdo’a agar #2019GantiPresiden.

وَاعْتَصِمُوا بِحَبْلِ اللَّهِ جَمِيعًا وَلَا
تَفَرَّقُوا ۚ وَاذْكُرُوا نِعْمَتَ اللَّهِ عَلَيْكُمْ إِذْ كُنْتُمْ أَعْدَاءً فَأَلَّفَ بَيْنَ قُلُوبِكُمْ فَأَصْبَحْتُمْ بِنِعْمَتِهِ إِخْوَانًا وَكُنْتُمْ عَلَىٰ شَفَا حُفْرَةٍ مِنَ النَّارِ فَأَنْقَذَكُمْ مِنْهَا ۗ كَذَٰلِكَ يُبَيِّنُ اللَّهُ لَكُمْ آيَاتِهِ لَعَلَّكُمْ تَهْتَدُونَ

Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa Jahiliyah) bermusuh-musuhan, maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu karena nikmat Allah, orang-orang yang bersaudara; dan kamu telah berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu dari padanya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu, agar kamu mendapat petunjuk.

Wallohu’alam….