Beranda Berita Nasi Hangat Indonesia Jadi Energi Perjuangan di Gaza

Nasi Hangat Indonesia Jadi Energi Perjuangan di Gaza

BERBAGI
Kredit foto: ACT

Gaza, Ahad.co.id- Tanah berdebu dan asap pembakaran ban, sudah berpekan-pekan ini menjadi latar yang paling ditunggu. Setiap perulangan hari Jumat, ada gemuruh emosi yang berkumpul di sebelah timur Kota Gaza, Palestina. Aksi dengan tajuk Al-Awdah March selalu ditunggu. Ibu, ayah, abang, adik, sampai si balita tak lupa diajak.

Mendekat ke perbatasan Gaza dan Israel, kepulan asap pembakaran ban bakal makin pekat. Di batas ini, emosi meledak-ledak. Darah dan nyawa bahkan menjadi taruhan. Emosi di gerbang perbatasan terkonversi menjadi batu, lalu batu dilemparkan ke seberang perbatasan, sebagai bentuk protes warga Gaza. Protes atas penindasan hingga penjajahan sistematis yang dilakukan Israel terhadap Bangsa Palestina.

Bahkan terkadang, mendekat ke pagar perbatasan, batu dibalas dengan peluru tajam yang dilesatkan militer Israel. Darah tumpah, mereka yang syahid membela negeri dan bangsanya, terulang setiap pekannya.

Tapi itu di dekat gerbang perbatasan, cukup anak muda Gaza pemberani saja yang mendekat ke gerbang perbatasan. Sementara menjauh sekian ratus meter dari perbatasan, yang ada berbalik 180 derajat.

Tidak ada emosi meledak-ledak, tensi emosi menurun. Di sini, di dalam tenda-tenda yang mereka buat untuk aksi Al-Awdah March, berkumpul damai ribuan keluarga Palestina. Mereka seperti berlibur untuk mendatangi aksi Al-Awdah March. Namun demikian, tujuannya tetap sama, memperjuangkan tanah Palestina yang terjajah.

Dapur Indonesia, ribuan nasi hangat untuk Gaza

Ratusan meter dari gerbang perbatasan inilah, ada ribuan nasi hangat yang dimasak dari Dapur Umum Indonesia. Puluhan relawan Aksi Cepat Tanggap (ACT) yang mewakili Indonesia di Gaza, sejak pagi sekali sudah menyiapkan paket-paket makanan siap saji. Menunya istimewa: nasi biryani hangat plus sepotong daging ayam ukuran besar.

Baca juga :   Setelah hijrah, Harus Selektif Memilih Teman

Mohammed Najjar, salah satu relawan ACT di Gaza mengatakan, paket-paket makanan siap santap diprioritaskan untuk anak-anak, dan para perempuan peserta aksi. “Jumlahnya ribuan paket. Alhamdulillah, semuanya habis terdistribusikan sampai Jumat (27/4) petang, dan aksi ini akan terus berlanjut,” kata Mohammed

Foto-foto yang dikirimkan relawan ACT di Gaza menunjukkan tawa bahagia yang lengkap. Bahkan tidak hanya anak-anak dan perempuan, ribuan peserta aksi, lelaki maupun perempuan, tua atau muda mendapat porsi makanan siap santap yang sama. Ribuan nasi hangat dari Indonesia itu, menambah daya gedor perjuangan warga Palestina di Gaza.

Dari Jakarta, Andi Noor Faradiba selaku tim Global Humanity Response (GHR) ACT memaparkan, kemarin, Dapur Umum Indonesia tuntas menyiapkan dan mendistribusikan ribuan paket pangan di tengah aksi Al-Awdah March.

“Total sebanyak 4.000 paket makanan selesai disiapkan dan didistribusikan untuk ribuan peserta aksi Al-Awdah March kelima. InsyaAllah di pekan berikutnya, aksi Dapur Umum Indonesia di Gaza akan terus berlanjut. Kami mohon doanya dari seluruh masyarakat Indonesia, doa dan aksi nyata dari masyarakat Indonesia diapresiasi luarbiasa oleh warga Palestina di Gaza. Alhamdulillah,” pungkasnya.

Daniel Amrullah