Beranda Berita Rasulullah Juga Dulu Bicara Politik di Masjid

Rasulullah Juga Dulu Bicara Politik di Masjid

BERBAGI

Jakarta, Ahad.co.id- Para Takmir Masjid atau pengurus masjid se – Jakarta Pusat berkumpul di Masjid Ahmad Yani, Menteng, Jakarta Pusat. Mereka berdiskusi untuk mengkampanyekan fungsi masjid sesuai syariat yakni mengembalikan fungsi awal menjadi tempat ibadah kepada Allah SWT.

Diskusi yang bertajuk “Mengembalikan Fungsi Masjid Sebagai Media Penyampai Pesan Kedamaian dan Pemersatu Bangsa” ini terselenggara oleh Forum Silaturrahim Takmir Masjid (FSTM) Jakarta. Hadir sebagai pembicara KH Dr. Ali Sibromalisi, pengurus Dewan Dakwah Indonesia, KH KH. Soleh Sofyan, dan KH. Syamsuddin (Ki Suwung).

KH Dr. Ali Sibromalisi mengatakan, pemerintah itu harus memiliki fungsi kontrol tapi ingat itu bukan untuk melanggengkan kekuasaan tapi kerangkanya tetap dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Alhamdulillah kontrol itu sudah dilakukan dengan baik bukan untuk kekuasaan tapi untuk menjaga keutuhan NKRI,” jelas Ali, di Jakarta, Rabu (25/4/2018)

Sementara, Soleh Sofyan menambahkan masjid boleh digunakan untuk bicara tentang politik, karena politik adalah bagian daripada soko guru berdirinya negara. Dulu zaman Rasulullah juga berbicara tentang politik di dalam masjid.

“Tapi yang menjadi masalah adalah ketika mempolitisasi masjid untuk tujuan politik tertentu, itu yang menjadi masalah,” jelas Soleh.

Lanjut Soleh, zaman Rasulullah SAW membicarakan politik di dalam masjid karena musuhnya cuma satu yakni kafir Quraisy. Tapi sekarang di Indonesia ini terdapat berbgai macam aliansi atau kelompok. Membicarakan tentang negara, politik untuk tujuan kebaikan itu bagus sekali, karena fungsi masjid itu dalam rangka mengembangkan negara. Tapi mempolitisasi nilai-nilai tujuan politik masing-masing kelompok akan menjadi perpecahan.

Baca juga :   Kiai Hasan Sahal Bicara Multikulturalisme di Azerbaijan

“Yang dimaksud politisasi masjid itu membicarakan dan menarik-narik umat untuk tujuan politik tertentu, itu jadi masalah. Biasanya mereka itu adalah pembicara yang diundang di dalam masjid,” jelas Soleh

Soleh berharap, yang perlu adalah pesan moral kepada para dai, ustad, kiyai yang punya afiliasi politik tertentu maka lebih baik dibicarakan dalam lingkup tersendiri. Yang penting itu adalah masjid itu sumber persatuan dari berbagai suku, pekerjaan maupun aliran.

Oleh karena itu penting sekali bagaimana fungsi masjid menjadi penyampaian pesan dakwah sesuai dengan ajaran Rasulullah SAW. Juga sebagai tempat untuk memperkuat akidah dan menjadikan masjid sebagai sumber informasi umat.

Ainul Yaqin | Daniel Amrullah