Beranda Berita Polisi Malaysia Sebarkan Sketsa Tersangka Penembak Ilmuwan Palestina

Polisi Malaysia Sebarkan Sketsa Tersangka Penembak Ilmuwan Palestina

BERBAGI

Kuala Lumpur, Ahad.co.id- Kepolisian Malaysia merilis sketsa foto dua orang yang diduga tersangka penembakan terhadap ilmuwan asal Palestina, Dr. Fadi al Batsh. Inspektur Jenderal Kepolisian Malaysia, Tan Sri Mohamad Fuzi Harun menuturkan, sketsa foto itu dibuat berdasarkan keterangan para saksi mata.

“Kami memiliki tim ahli yang menggambar sketsa foto itu berdasarkan keterangan para saksi tetapi kami tidak bisa mengungkapkan siapa saja yang memberikan keterangan tersebut,” ujar Tan Sri Mohamad Fuzi Harun, melansir dari The Star, Selasa (24/4/2018).

Sketsa foto tersebut akan disebar ke seluruh Malaysia dan akan dipasang di sejumlah titik, termasuk pintu-pintu keluar dari Negeri Jiran. Mohamad Fuzi menuturkan, kedua tersangka diyakini memiliki darah Timur Tengah atau Eropa.

“Para tersangka berbadan tegap dan diperkirakan bertinggi badan 180 sentimeter (cm) serta berkulit putih. Kami belum tahu apakah mereka masih ada di Malaysia atau tidak,” kata Mohamad Fuzi.

“Para tersangka mengendarai motor BMW GS dan Kawasaki Versys. Kami sudah menyita 14 selongsong peluru dari tubuh korban usai menjalani post-mortem dan mengirimnya kepada ahli forensik untuk analisa lebih mendalam,” imbuhnya.

Ia menolak untuk memberi keterangan lebih lanjut mengenai kasus tersebut karena masih dalam penyelidikan. Fuzi memastikan bahwa tidak ada ancaman lebih lanjut kepada pihak keluarga korban yang saat ini ada di Malaysia. Kepolisian juga mungkin akan meminta keterangan tambahan dari kakak korban, Dr. Rami al Batsh, yang Senin ini tiba di Kuala Lumpur jika dibutuhkan.

Baca juga :   Pusat Perbelanjaan Besar di Amerika Mulai Dikepung Industri Fashion Muslim

Mohamad Fuzi mengimbau agar warga sekitar yang mengetahui informasi mengenai penembakan tersebut, terutama yang berada di sekitar lokasi sekira pukul 05.00 – 07.00 waktu setempat untuk segera memberi keterangan kepada polisi.

Berdasarkan rekaman kamera CCTV, polisi menepis dugaan bahwa Fadi adalah korban dari penembakan secara acak (random shooting). Sebab, beberapa orang sebelumnya hilir-mudik melewati para tersangka. Polisi meyakini dari jumlah tembakan, para tersangka menginginkan pria yang berafiliasi dengan Hamas itu meregang nyawa.

Kedua pelaku sempat menunggu selama 20 menit pada Sabtu 21 April subuh waktu setempat. Korban, yang juga seorang imam, ditembak saat sedang berjalan menuju masjid sekira 300 meter (m) dari rumahnya di Idaman Puteri Condominium, Medan Idaman, untuk menunaikan salat subuh.

Daniel Amrullah