Beranda Berita Mossad Disinyalir Terlibat Penembakan Ilmuwan Palestina di Malaysia

Mossad Disinyalir Terlibat Penembakan Ilmuwan Palestina di Malaysia

BERBAGI

Kuala Lumpur, Ahad.co.id- Seorang akademisi Palestina Dr. Fadi Muhammad Albatsh tewas gugur syahid setelah sejumlah orang tak dikenal menembaknya saat hendak shalat subuh pagi ini Sabtu (21/4) di Kuala Lumpur Malaysia.

Dalam keterangan yang diterima Pusat Informasi Palestina, pihak keluarga Albatsh mencurigai agen Mossad Israel berada di balik operasi pembunuhan ahli energi kebanggaan Palestina ini.

Komandan polisi sipil Datok Sri Mazlan Lazim seperti dikutip Koran Star Malaysia mengatakan, korban tewas saat berada di jalan menuju masjid terdekat. Namun sejumlah orang tak dikenal mengendari sepeda motor menembakinya pada pukul 5.00 subuh di jalan Gombak.

Komandan polisi menyatakan, dua penyerang mengendarai sepeda motor dan menyerang dengan 10 tembakan, 4 peluru di antaranya yang mengenainya dan tewas gugur langsung dan saat ini kasus ini sedang diselidiki.

Keluarga meminta kepada pemerintah Malaysia menyelidiki segera kasus tersebut untuk mengungkap pelaku yang terlibat dalam pembunuhan ini.

Mereka menyatakan, Dr. Fadi menurut rencana akan pergi ke Turki memimpin konferensi ilmiah internasional dalam bidang energi.

Keluarga juga meminta pemerintah Malaysia dan kedutaan Palestina dan Mesir memberikan kemudahan mengembalikan jasad korban bersama istri dan anaknya untuk pulang ke Jabalia, Palestina untuk menguburkannya.

Baca juga :   Pesantren Berperan Ciptakan Generasi Antikorupsi

Dr. Fadi al-Baths (35) sosok hafal Al-Quran dan dosen di sebuah perguruan tinggi Malaysia asal Jabalia, Palestina menikah dan dikaruniai 3 anak.

Dr. Fadi menyabet beberapa penghargaan ilmiah kelas tinggi di Malaysia di antaranya medali tahun 2016 yang paling bergensi di Malaysia setelah mendapatkan gelar doctor dalam insinyur listrik “energi elektronik” dari Universitas Malaya, dia warga Arab pertama mendapatkannya.

Dalam studinya, Dr. Fadi melakukan 18 riset dalam jurnal ilmiah dan konferensi internasional yang diikutinya di Jepang, Inggris, Finlandia, Spanyol, Saudi dan di Malaysia sendiri.

Dr. Fadi sendiri telah kehilangan 18 keluarganya yang gugur dalam aksi pembantaian keluarga al-Baths saat rumah mereka ketika rumahnya dibom oleh Israel di Gaza dalam agresinya di sana.

Hasbi Syauqi