Beranda Berita GNPF: Kenapa Ahok Masih di Mako Brimob?

GNPF: Kenapa Ahok Masih di Mako Brimob?

BERBAGI

Jakarta, Ahad.co.id- Tim Advokasi Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) Ulama mengapresiasi langkah Mahkamah Agung (MA) menolak Peninjauan Kembali (PK) terpidana kasus penistaan agama, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok.

“Kita sangat mengapresiasi putusan PK tersebut, memang sudah tepat putusan penolakan PK tersebut,” kata Koordinator Persidangan Tim Advokasi GNPF Ulama, Nasrulloh Nasution, Selasa (27/3/2018).

Menurut dia, ada dua alasan kenapa MA akhirnya memutuskan tolak PK Ahok. Pertama, terkait novum atau bukti baru yang diajukan Ahok. Apabila benar bukti baru itu adalah putusan Buni Yani di Pengadilan Negeri (PN) Bandung, maka menurut dia sudah jelas putusan tersebut tidak bisa dijadikan dasar novum.

“Karena di satu sisi belum berkekuatan hukum tetap, di satu sisi dakwaan yang dikenakan jauh berbeda,” ungkap dia seperti dikutip dari ROL.

Kedua, lanjut Nasrulloh, sejauh ini tidak ada celah hukum yang membenarkan perbuatan terpidana ahok. Sehingga tidak ada yang bisa membantah putusan pengadilan negeri Jakarta Utara yang sudah memvonisnya selama 2 tahun.

Walaupun akhirnya PK Ahok telah ditolak, namun Nasrulloh meminta publik mengkritisi Ahok yang hingga kini masih ditahan di Mako Brimob. Bukan di penjara atau rumah tahanan resmi.

Baca juga :   Juli, Wisatawan Turki Dapat Nikmati Kapal Pesiar Halal

“Keberadaan Ahok yang sampai dengan saat ini masih d Mako Brimob merupakan persoalan yg selama ini jadi tanda tanya kita semua,” Nasrulloh.

Untuk itu ia berharap Ahok segera dipindah penahanan ke penjara atau lembaga pemasyarakatan bukan di Mako Brimob. Menurut dia, salah satu yang harusnya diberikan kepada narapidana adalah pembinaan di rumah tahanan.

“Tujuannya agar mereka sadar akan kesalahan, sehingga mereka tidak mengulangi dan berusaha kembali agar bisa diterima oleh masyarakat,” terangnya.

Karena itu, menurut dia inilah pentingnya seorang narapidana ditahan di lembaga permasyarakatan bukan sekadar di Mako Brimob seperti Ahok.

Daniel Amrullah