Beranda Berita Malam Terakhir di Indonesia, Yusuf Estes Ditantang Debat oleh Pendeta

Malam Terakhir di Indonesia, Yusuf Estes Ditantang Debat oleh Pendeta

BERBAGI
Ceramah Yusuf Estes di BSCC, Balikpapan, Kalimantan Timur. Foto: Dudy/Ahad

Jakarta, AHAD.CO.ID- Safari dakwah Syaikh Yusuf Estes, mubaligh asal Texas, Amerika Serikat, di Indonesia akan berakhir di Balai Sudirman, Tebet, Jakarta, pada Rabu malam (21/03/2018).

Sebelumnya Yusuf Estes telah menyampaikan dakwahnya ke Surabaya dan Balikpapan. Di dua kota tersebut, Kedatangan Yusuf disambut ribuan warga yang langsung menghadiri ceramahnya. Bukan hanya umat Islam, kalangan non-Muslim pun ada yang ikut hadir.

Humas Perkumpulan Sahabat Dakwah Internasional (SDI), Budhi Setiawan mengatakan, khusus di Jakarta, ceramah Yusuf Estes akan dihadiri seorang pendeta. Bukan hanya datang, pendeta tersebut juga menantang debat.

“Sudah ada pendeta bilang akan hadir dan mau tantang debat,” kata Budhi, Rabu pagi (21/3/2018).

Menurut Budhi, sang pendeta ini pada 2017 lalu juga sempat menantang debat Zakir Naik saat melakukan safari dakwah di Indonesia.

“Jadi, dari tahun kemarin ada pendeta yang sibuk minta mau debat sama Zakir Naik, kita gak tanggapi. Kita bilang datang aja gak usah buat acara khusus. Eh, semalam dia bilang akan datang. Kita jawab, monggo. Dan dia bilang harus diberi kesempatan untuk membantah Yusuf Estes. Kita bilang, ya kita siapkan,” tutur Budhi.

Budhi menambahkan, ceramah Syeikh Yusuf Estes ini terbuka untuk umum, baik kalangan muslim maupun non-muslim. Budhi mempersilakan untuk hadir bagi masyarakat yang ingin menyaksikan ceramah Syeikh Yusuf Estes.

Syaikh Yusuf Estes dibesarkan dari keluarga penganut agama Kristen yang sangat taat, dia mendapat pendidikan di Texas, sukses dalam berbisnis musik, memiliki toko, acara TV dan menggunakan bakatnya untuk menjadi seorang penginjil, sambil melakukan beberapa khotbah dari Alkitab.

Baca juga :   80 Agen Travel Muslim Bedah Destinasi Wisata Halal di Eropa

Ada peristiwa menarik yang dia alami, yang peristiwa ini akhirnya merubah total hidupnya. Pada tahun 1991 dia berusaha mempengaruhi seorang Muslim dari Mesir untuk berpindah agama, namun justru akhirnya dia menemukan fakta sebenarnya tentang Islam sejati dan kemudian menjadikan dirinya seorang Muslim.

Sejak memeluk agama Islam dia telah membantu ribuan orang masuk Islam, bahkan saat menjawab banyak serangan keras terhadap umat Islam, hanya dengan berbicara langsung, menggunakan humor sederhana dan penuh cinta, dia bisa membuat Islam tampil sangat menyenangkan dan mudah bagi semua orang untuk mengerti serta memahaminya, demikian dikutip dari Suara Islam.

Syaikh Yusuf Estes juga pernah menjabat sebagai Delegasi untuk Konferensi Perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Pemimpin Agama, Ulama Pemerintah AS dari tahun 1994 sampai 2000.

Gaya ceramahnya yang santai dengan selipan humor yang segar, membuat Syaikh Yusuf Estes digelari oleh banyak orang sebagai “Funny Shaikh”. Dengan model ceramahnya yang seperti itu membuat Syaikh Yusuf Estes dicintai oleh anak-anak dan orang dewasa dari berbagai agama.

BENY APRIUS