Beranda Berita Bupati Jayapura Pimpin Tim Penyelesaian Konflik Menara Masjid Al Aqsha

Bupati Jayapura Pimpin Tim Penyelesaian Konflik Menara Masjid Al Aqsha

BERBAGI
Pembangunan masjid Al Aqsha, Sentani, Jayapura. Foto: Istimewa

Jayapura, Ahad.co.id- Pemerintah Kabupaten Jayapura menggelar Rapat Koordinasi Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB) guna membahas polemik pembangunan menara Masjid Al Aqsha Sentani. Pertemuan yang berlangsung di Aula Pemkab Jayapura ini diikuti jajaran pimpinan Forkopimda Kabupaten Jayapura, Kakanwil Kemenag Provinsi Papua, Pimpinan dan Anggota MRP, DPRP, DPRD, serta seluruh tokoh agama, adat dan perwakilan masyarakat. Hadir juga utusan dari pihak TNI dan POLRI.

Pertemuan ini menyepakati pembentukan tim untuk menangani persoalan pembangunan menara Masjid Agung Al Aqsha Sentani. Tim ini dipimpin Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw. Menurutnya tim akan segera bekerja mencari solusi terbaik dalam mengatasi persoalan ini.

“Jadi, tadi kita semua sudah sepakat untuk membentuk tim kecil hanya untuk menyelesaikan persoalan menara Masjid Al Aqsha dengan target penyelesaian dalam waktu tiga hari. Tim tersebut diambil dari perwakilan PGGJ, MUI, FKUB dan beberapa tokoh lintas agama,” ungkap Mathius seperti dilansir dari laman Kemenag, Rabu (21/3/2018).

Mathius menjelaskan, pihaknya bersama tim terlebih dulu akan fokus pada persoalan pembangunan menara Masjid Agung Al Aqsha, meski dalam tuntutan PGGJ, ada beberapa poin.

“Semua yang disampaikan itu akan kita bicarakan, namun secara baik, supaya semua dapat kita selesaikan tanpa menyinggung pihak lain,” tuturnya.

Persoalan ini juga akan dilokalisir hanya di Kabupaten Jayapura. Karenanya, Mathius berharap pihak-pihak yang tidak berkepentingan dapat menahan diri.

“Sebab, semua persoalan ini akan kita selesaikan secara lokal melalui tim yang sudah kita bentuk,” pintanya.

Baca juga :   Kembali Diperiksa Polisi, Begini Kata Jonru Soal Status Facebooknya

Sementara itu, Kapolres Jayapura, AKBP Victor Dean Mackbon berharap, para tokoh lebih bijaksana dalam membuat komentar, masukan, atau pernyataan, terutama di media sosial.

“Pastinya ada etika-etika yang harus dipatuhi dalam menyampaikan sesuatu pesan-pesan dan jangan sampai membuat hal yang memicu kegaduhan publik,” pesannya.

Sebagai Kapolres Victor Dean Mackbon berharap masyarakat juga bijak dalam menggunakan media sosial. Pihak kepolisian akan melakukan monitoring melalui cyber patrol.

“Sebenarnya telah ada aturan-aturan terkait dengan etika dan sara di media sosial yang melarang pemberitaan yang tidak sesuai kepada khalayak umum, Undang-undang ITE sudah jelas tentang hal tersebut. Sudah pasti kami akan menindak tegas melalui hukum yang berlaku kepada penyebar berita yang tidak sesuai,” ucapnya.

“Namun kami dari pihak kepolisian juga berharap bahwa masyarakat tidak menanggapi serius pemberitaan yang belum jelas kebenarannya,” lanjutnya.

Victor Dean Mackbon mengimbau masyarakat Papua untuk terus menjaga toleransi kerukunan beragama agar bisa tercipta kesejahteraan dan kemakmuran di Papua.

DANIEL AMRULLAH