Beranda Berita HNW: Islam dan Indonesia Tak Bisa Dipisahkan

HNW: Islam dan Indonesia Tak Bisa Dipisahkan

BERBAGI

Jakarta, Ahad.co.id- Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid menegaskan ke-Islaman dan keumatan tidak terpisahkan dengan keIndonesiaan. KeIslaman dan keumatan dengan keIndonesiaan ibarat dua sisi mata uang yang tidak bisa dipisahkan.

“Jadi saya ingin katakan bahwa masjid, ulama, dengan keIndonesiaan merupakan satu hal yang melekat,” kata Hidayat di Jakarta, Ahad.co.id (18/3/2018).

Dalam konteks Indonesia, lanjut Hidayat, sesungguhnya ke-Islaman, keumatan, Ormas Islam, partai politik Islam, dengan ke-Indonesiaan adalah ibarat dua sisi mata uang yang tidak bisa dipisahkan.

“Belakangan ada yang mencoba memisahkan ke-Islaman dan ke-Indonesiaan. Pastilah mereka tidak mengakui apa yang Bung Karno katakan sebagai ‘Jas Merah’, jangan sekali-sekali melupakan sejarah,” ia menegaskan.

Namun Hidayat tambahkan, peran “Jas Hijau”. “Jangan sekali-sekali hilangkan jasa ulama dan jasa umat.” ujarnya.

Karena melalui kegiatan Sosialisasi Empat Pilar ini kita akan tahu persis bahwa para ulama kita baik dari NU, Muhammadiyah, Persatuan Umat Islam, termasuk dari partai-partai Islam (Partai Sarikat Islam, Partai Islam Indonesia), berperan dalam ke-Indonesiaan.

Baca juga :   Mendikbud Ingin Punya Pesantren Seperti Ustaz Yusuf Mansur

Hidayat memberi contoh KH Hasyim Asyhari dalam melahirkan Resolusi Jihad. Fatwa jihad ini melahirkan lasykar Fisabilillah, Lasykar Hisbullah, Lasykar Mujahidin. KH Hasyim Asyhari mengumpulkan ulama di Jawa Timur dan Madura, untuk menyikapi penjajah Belanda yang mendompleng sekutu.

“Kalau saja para ulama acuh terhadap Indonesia, kalau saja para ulama tidak mempunyai peran dalam menyelamatkan Indonesia, KH Hasyim Asyhari tidak mungkin mengumpulkan ulama untuk menyampaikan fatwa jihad pada 20 Oktober yang sekarang menjadi Hari Santri,” katanya.

DANIEL AMRULLAH