Beranda Berita Persekutuan Gereja Tolak Pembangunan Menara Masjid di Jayapura

Persekutuan Gereja Tolak Pembangunan Menara Masjid di Jayapura

BERBAGI
Pembangunan Masjid Agung Al Aqsha Sentani, Jayapura. Foto: Simas Kemenag

Jayapura, Ahad.co.id- Persekutuan Gereja-Gereja di Jayapura (PGGJ) menolak pembangunan menara masjid agung Al Aqsha di Kota Sentani, Kabupaten Jayapura. Menurut pernyataan sikap PGGJ yang ditandatangani ketua umum Pdt.Robbi Deponyende, pembangunan masjid dan menara melanggar hak ulayat.

“Karena itu pembangunan menara masjid Al Aqsha harus dihentikan dan dibongkar,” tulis pernyataan sikap tertanggal 15 Maret 2018 itu.

Menurut PGGJ, pembangunan rumah ibadah dan menara masjid tidak boleh melebihi tinggi gereja yang berada di sekitarnya.

“Untuk itu menara masjid Al Aqsha harus diturunkan sejajar dengan tinggi bangunan gereja yang ada,” tulis pernyataan sikap itu.

Lebih lanjut, berdasarkan konferensi PGGJ pada tanggal 1 Februari 2018, mereka memutuskan beberapa hal antara lain, bunyi adzan hanya boleh diarahkan ke dalam masjid, tidak diperkenankan berdakwah di seluruh tanah Papua khususnya Kabupaten Jayapura, bahkan tidak boleh ada penyediaan ruangan khusus untuk musala pada fasilitas umum seperti sekolah atau rumah sakit.

Baca juga :   Palestina Tolak Tawaran Jadikan Abu Dis Ibu Kota

Mereka juga melarang pembangunan masjid atau musala di perumahan KPR BTN, serta pembangunan rumah ibadah selain gereja harus mendapatkan rekomendasi dari PGGJ, Pemda dan pemilik Hak Ulayat.

Jika pernyataan dan keputusan itu tidak direspon pemerintah daerah, PGGJ mengaku akan melakukan tindakan.

“Apabila sikap PGGJ tidak direspon oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Jayapura, maka PGGJ akan menggunakan cara dan usaha kami sendiri, dalam waktu 14 hari terhitung pernyataan ini dibuat,” tegasnya.

Hingga berita ini diterbitkan, Ahad.co.id masih berusaha meminta konfirmasi pihak-pihak terkait di Jayapura.

DUDY S.TAKDIR | DANIEL AMRULLAH