Beranda Ekonomi LEU Mart Usung Konsep Baru Pemberdayaan Ekonomi Umat

LEU Mart Usung Konsep Baru Pemberdayaan Ekonomi Umat

BERBAGI
Peluncuran LEU Mart di Serang, Banten. Foto: Istimewa

Serang, Ahad.co.id- Ritel konsinyasi modern pertama di Indonesia bernama LEU Mart yang dicetuskan oleh Lembaga Ekonomi Umat (LEU) hari ini diluncurkan secara resmi oleh Presiden Jokowi di Pesantren An Nawawi, Tanara, Serang, Banten.

Peluncuran tersebut dilakukan berbarengan dengan peresmian rumah susun dan bank wakaf. Dalam acara tersebut hadir para menteri, lembaga negara, CEO BUMN, dan para tokoh masyarakat dari ormas Islam. 

Saat menandatangani prasasti LEU Mart, Jokowi mengungkapkan, keberadaan LEU Mart bisa membantu pengembangan dan pembangunan ekonomi di pondok – pondok pesantren.

“Hal ini sangat baik sekali untuk masa depan pendidikan para santri di pondok pesantren,” kata Jokowi.

Di tempat yang sama, Ketua Umum LEU Bambang Wijonarko yang juga direktur utama PT LEU Ritel Indonesia, mengatakan, kehadiran LEU Mart merupakan jawaban konkrit yang ditunggu-tunggu oleh umat dari tema arus baru ekonomi umat di Kongres Ekonomi Umat Majelis Ulama Indonesia 2017.

Di kongres itu, umat ingin terlibat langsung dalam memberikan solusi tegas terkait persoalan kesenjangan sosial yang terjadi di tanah air.

“Maka dari situlah munculnya LEU untuk merumuskan strategi-strategi apa yang bisa diberikan umat dalam sumbangsihnya kepada negeri ini,” paparnya. 

Dipilihnya ritel, lanjut Bambang, karena LEU mengajak umat untuk menjadi pedagang dan saudagar yang berkualitas sekaligus menerapkan ekonomi syariah di sektor riil. LEU Mart adalah salah satu contoh buktinya, bahwa sektor riil syariah di Indonesia bisa dikembangkan selain sektor moneter yang ada selama ini. 

Selain itu juga dengan adanya bisnis ritel ini, kata Bambang, akan mendorong produk-produk UKM milik umat bisa terdistribusikan secara benar dan termanajemen dengan baik dalam kemiteraan dengan LEU Mart. Dengan demikian LEU Mart bukan sekadar memasarkan  produk-produk UKM saja tapi lebih dari itu melakukan pendampingan dan pemberdayaan terhadap UKM.

Baca juga :   Rumah Wakaf Bangun Sarana Ibadah di Dua Kota

“Dari perspektif inilah, kami ingin penyerapan tenaga kerja lebih progresif di sektor ritel dan akan meningkat pesat. Inilah misi sekaligus  solusi bagi kesenjangan sosial bagi bangsa ini,” kata Bambang yang juga ketua umum Jaringan Saudagar Muhammadiyah (JSM).

Untuk mengembangkan LEU Mart secara masif, Bambang mengajak kepada seluruh lapisan masyarakat Indonesia untuk menjadi mitra dari LEU Mart.

Bambang menjelaskan, keunggulan LEU Mart dapat bernegoisiasi secara langsung kepada para prinsipal, seperti Mayora, Orang Tua, Garuda Food, Indofood, Unilever, Wings, Central Pertiwi Bahari/Fiesta, dll, serta didukung penuh oleh PT Pos Logistik, Infomedia Telkom, Telkom Sigma dan BNI Syariah sebagai mitra kerja. 

“Hal ini menjadikan  LEUMart mampu menghadirkan beragam produk dengan harga yang kompetitif,” papar Bambang. 

LEU Mart menargetkan secara nasional tahun ini dapat berdiri 1.000 gerai di kawasan Jabidetabek. Untuk itu ia berharap berbagai pihak bisa mendukungnya dan diharapkan sebagai alternatif peluang bisnis bagi umat.

DAMAR ABDUL HAYY