Beranda Gaya Hidup Serial Ziarah Jejak Rasul: Dikawal Tentara Selama di Mesir

Serial Ziarah Jejak Rasul: Dikawal Tentara Selama di Mesir

BERBAGI

Kairo, Ahad.co.id- Rombongan ziarah Jejak Rasul sempat dikagetkan dengan tertahannya delapan orang jamaah di imigrasi Bandara Kairo Mesir. Begitu mendarat, Senin malam 19 Februari 2018, delapan orang jemaah tidak bisa keluar dari Bandar Udara Internasional Kairo.

Kejadian ini sempat menimbulkan tanda tanya di antara kami. Apalagi di antara yang tertahan di imigrasi itu, seorang ibu yang telah berusia lanjut asal Majalengka, Jawa Barat.

Berbagai spekulasi pun muncul di tengah kondisi fisik jamaah yang lelah setelah menjalani city tour di Oman dan penerbangan dari Muscat ke Kairo Mesir.

Perasaan dan suasana hati kami waktu itu benar-benar bercampur aduk, apalagi ibu yang tertahan di imigrasi bandara itu sempat mengungkapkan kekhawatiran dideportasi melalui pesannya di grup WhatsApp jamaah ziarah Jejak Rosul.

Namun, berkat izin Allah SWT, semua rombongan yang tertahan di Imigrasi Bandara Kairo, akhirnya bisa lolos dan diperkenankan melanjutkan perjalanan di Mesir. Kami menerima kabar gembira tersebut di sela makan malam di sebuah restoran di dekat hotel tempat kami menginap.

Keesokan harinya, kami dengan penuh semangat mengikuti berbagai program kunjungan wisata di Kairo Mesir. Lokasi wisata yang pertama kali kami kunjungi adalah Piramida Giza dan Sphinx.

Rombongan ziarah jejak rasul di Piramida. Foto: Tjahja Gunawan

Mesir sangat populer dengan tempat wisata peradaban kuno yang menakjubkan. Peradaban mesir kuno terletak di di bagian timur laut Afrika.  Piramida Giza dan Sphinx merupakan satu contoh peradaban kuno mesir yang terkenal.

Begitu hendak masuk kawasan wisata Piramida Giza dan Sphinx, terlihat seorang berperawakan agak kekar dengan potongan rambut pendek mengenakan baju safari. Dia ternyata turut serta dalam bis rombongan jamaah Jejak Rosul.

Baca juga :   Masjid Nusantara Salurkan Bantuan Program Toilet Sehat Masjidku di Sleman

Tanda tanya kembali mencuat di sebagian anggota rombongan. Apalagi di balik baju “pria misterius” itu, terlihat senjata laras pendek yang biasa digunakan oleh anggota militer internasional. Penulis sempat melihat ujung laras senjata yang diselendangkan dibalik baju pria tersebut.

Ada apa lagi gerangan ? Apakah kami rombongan turis ini dicurigai sebagai gerombolan teroris ? Wajar pertanyaan seperti itu mencuat karena sehari sebelumnya sebagian anggota rombongan sempat tertahan di imigrasi Bandara Kairo.

Penasaran dengan kehadiran sosok pria misterius tersebut, penulis kemudian menanyakan kepada tour guide sekaligus pimpinan rombongan ziarah Jejak Rasul.

“Pemerintah Mesir senantiasa menempatkan seorang anggota militer yang berpakaian preman di setiap bis turis asing. Tujuannya melindungi kemungkinan adanya serangan dari teroris terhadap turis asing,” jelas Tour Leader dari Amores Travel, Nicky Putra.

Kehadiran tentara berpakaian preman ini tidak hanya ada dalam bis rombongan kami saja, tetapi juga di bis-bis wisata lainnya. Jadi selama berada di Mesir, kami rombongan jemaah Jejak Rosul dikawal tentara Mesir.

Tjahja Gunawan