Beranda Headline Begini Cara Nabi Membangun Desa Mandiri

Begini Cara Nabi Membangun Desa Mandiri

BERBAGI
Ilustrasi. Foto: Mongabay

Oleh: Fatkhur Rochman

Ahad.co.id- Desa adalah tempat kembali yang nyaman, banyak orang kota kalau mudik pasti kesana. Kondisi alam yang masih segar, hijau dan asri yang membuat orang nyaman. Tapi kadang sumber ekonomi masih minim bergulir.

Saat ini pemerintah melalui kementrian desa dan daerah tertinggal fokus untuk melakukan pembangaunan. Dana milyaran digulirkan tiap tahun, agar desa makin berdaya dan mandiri. Membangun desa adalah bagian dari upaya untuk menguatkan ekonomi, mengurangi urabinasi dan juga membuat desa lebih merata tingkat kesejahteraan warga.

Membangun desa harus terencana dan ada konsep yang bisa dicontoh. Mari kita contoh Rosulullah membangun Madinah, di bawah ini tahapan-tahapannya:

Membangun dan menguatkan basis masa

Pertama yang dilakukan Rosulullah adalah mengutus Mush’ab bin Umair untuk dakwah di Madinah. Beliau menjadi duta dan da’i yang menyiapkan masyarakat Madinah agar bisa satu frekuensi dengan Nabi. Masa penyiapan ini termasuk sangat penting, agar semua program dan visi membangun dapat direalisakan dengan baik. Kesepahaman semua lapisan masyarakat adalah kunci lancarnya pembangunan. Kesadaran masyarakat untuk lebih baik harus dibangun, keterlibatan semua lapisan akan mempengaruhi kelancaran dan keberlanjutakan program. Baik pemimpin dan rakyat harus bersatu padu satu frekuensi untuk membangun desa secara optimal.

Optimalisasi masjid

Awal mula hijrah rosulullah membangun masjid quba, inilah bukti bahwa masjid tempat untuk membangun umat. Peningkatan spiritual masyarakat akan memperlancar dan keberlanjutan program. Masjid di masa nabi adalah tempat rembug bersama, tempat mencari ilmu, tempat untuk konsolidasi pasukan dan tempat ibadah. Sejati masjid menjadi tempat berkumpul untuk menyelesaikan permasalah warga, tempat membangun kekuatan umat untuk berdaya saing. Jangan hanya tempat ibadah tetapi tempat membangun basis keumatan.

Baca juga :   Rumah Zakat Gelar Sunatan Massal untuk 400 Anak Rohingya

Membangun pasar dan ekonomi

Awal datang ke Madinah, nabi melihat ekonomi dan pasar dikuasi Yahudi. Sistem ekonomi yang dibangun banyak menyesengsarakan masyarakat, sebab diasana riba, monopoli dan kecurangan yang dipakai. Melihat hal ini nabi akhirnya berinisiasi membangun pasar khusus muslim, sistem yang dibangun adalah kemudahan akses, keadilan dan murah biaya. Pasar dibuat untuk semua lapisan masyarakat tanpa ada intimidasi dan monopoli. Akhirnya pasar muslim semakin maju dan membuat roda ekonomi bergulir dengan baik.

Membuat perjanjian

Piagam madinah adalah perjajian yang menarik yang dibuat nabi. Madinah waktu itu dalam kedaan konfik berkepanjangan antar suku, ekonomi dikuasai yahudi. Terus juga kaum muhajirin datang sebagai warga baru di Madinah, piagam Madinah adalah konsensus bersama semua elemen masyarakat untuk hidup damai dan nyaman di Madinah. Inilah bentuk andil semua warga agar terlindungi hak asasi sebagai manusia. Semangat keadilan dan kesetaraan yang membingkai piagam Madinah.

Inilah empat tahapan membangun Madinah yang dilakukan Nabi, mari kita contoh agar desa makin berdaya dan mandiri. Tidak sepi karena urbanisasi.

***