Beranda Gaya Hidup Festival Bau Nyale, Perpaduan Budaya dan Pariwisata

Festival Bau Nyale, Perpaduan Budaya dan Pariwisata

BERBAGI
Kick off Festival Pesona Bau Nyale 2018 (Foto: Dudy ST/ahad.co.id)

Mataram, AHAD.CO.ID– Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) sedang menggalakan potensi wisata pantai. Dinas Pariwisata NTB amenggelar festival Bau Nyale yang puncak acaranya pada 5 Maret 2018 di Pantai Kuta Mandalika.

Pesona Bau Nyale sudah masuk menjadi salah satu dari 100 event nasional yang diselenggarkan oleh Kementerian Pariwisata.

Kepala Dinas Pariwisata NTB Lalu Muhammad Faozal mengatakan, festival Bau Nyale berasal dari tradisi suku Sasak asli NTB yang berburu cacing laut.

“Festival Bau Nyale akan digelar di Pantai Seger, Mandalika. Pantai yang baru direvitalisasi untuk menggaet turis,” kata dia di Mataram, NTB, Kamis (22/2/2018).

Menurut dia, rangkaian Bau Nyale akan diselingi agenda lain diantaranya pada tanggal 24 Februari akan melaksanakan kompetisi voli yang diikuti oleh 24 provinsi di Indonesia dan 8 negara di Pantai Kuta Mandalika, tempat berlangsungnya Bau Nyale.

Baca juga :   NTB Gelar Bedah Buku Potensi dan Tantangan bagi Pelancong Muslim

Ia menceritakan asal muasal Bau Nyale, ada legenda Putri dari pasangan Raja Tonjang Beru dan Dewi Seranting di NTB yang cantik jelita. Kecantikannya membuat pangeran dari berbagai kerajaan ingin melamarnya untuk menjadi permaisuri.

“Agar ia tidak menjadi rebutan para pengeran yang berujung pertumpahan darah, maka sang putri menyebur kelaut dan munculah cacing laut, dari sinilah adanya festival Bau Nyale,” katanya.

DAMAR ABDUL HAYY