Beranda Berita Urusi Khutbah Jumat, Bawaslu Dinilai Kebesaran Baju

Urusi Khutbah Jumat, Bawaslu Dinilai Kebesaran Baju

BERBAGI
Ilustrasi

Jakarta, AHAD.CO.ID- Komisioner Komnas HAM periode 2012-2017, Maneger Nasution mengatakan ide Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) menyusun materi khutbah Jum’at menjelang pilkada itu sangat menggelikan.

“Mandat Bawaslu itu mengawasi hajatan politik. Tapi kok punya syahwat mengurusi kurikulum khutbah Jum’at segala? Apakah Bawaslu punya kompetensi soal materi khutbah Jum’at? Bawaslu itu tidak punya mandat “mengawasi” mimbar Jum’at. Bawaslu kebesaran baju,” katanya dalam keterangan yang diterima ahad.co.id, Ahad (11/2/2018).

Untuk dia meminta Bawaslu menjelaskan soal ini ke publik. Agar publik tidak menduga Bawaslu digunakan oleh pekentingan politik tertentu. “Tentu saja publik berharap hal itu tidak benar,” imbuhnya.

Maneger meminta Bawaslu fokus menunaikan mandatnya menjadi wasit pemilukada yang profesional, imparsial, dan berkeadilan. Bawaslu juga harus memastikan bahwa KPU/KPUD menyelenggarakan seluruh tahapan Pemilu/Pemilukada secara profesional dan independen.

Baca juga :   Ustaz Zulkifli Ali Jadi Tersangka, TPUA Siap Berikan Pendampingan

Pastikan KPU/KPUD memfasilitasi seluruh warga negara menggunakan hak-hak konstitusionalnya. Pastikan netralitas ASN dan TNI/Polri. Pastikan tidak ada money politic dan ujaran kebencian.

“Dan tunjukkan keberanian untuk mengeluarkan kartu kuning, kalau perlu kartu merah, terhadap siapa pun pemain dan penyelenggara Pilkada yang melakukan pelanggaran. Kalau Bawaslu sudah mampu menunaikan mandat itu, bangsa ini sudah sangat berterima kasih,” pungkasnya.

DANIEL AMRULLAH