Beranda Berita PBB Didesak Turun Tangan Atasi Krisis Rohingya

PBB Didesak Turun Tangan Atasi Krisis Rohingya

BERBAGI
Anak-anak pengungsi Rohingya di kamp pengungsian di Bangladesh/ahad.co.id-Tjahja Gunawan

New York, AHAD.CO.ID- Inggris, Prancis, Amerika Serikat (AS) dan lima negara lainnya meminta Dewan Keamanan PBB untuk membahas nasib ratusan ribu pengungsi Rohingya yang diusir dari Myanmar, kata beberapa diplomat, Rabu (7/2).

Dewan Keamanan akan mengadakan pertemuan pada Selasa untuk mendengar laporan Komisaris Tinggi PBB untuk Pengungsi Filippo Grandi mengenai krisis yang dipicu oleh operasi penindakan keras tentara di negara bagian Rakhine, Myanmar, pada Agustus tahun lalu.

Swedia, Polandia, Belanda, Kazakhstan dan Guinea Khatulistiwa mengajukan pertemuan itu bersama dengan tiga anggota permanen Dewan Keamanan.

Pertemuan tersebut terjadi hampir tiga bulan setelah Dewan Keamanan mengadopsi pernyataan yang menuntut agar Myanmar mengendalikan pasukan keamanannya dan mengizinkan warga Rohingya kembali ke rumah mereka.

Lebih dari 750.000 penduduk etnis Rohingya mengungsi dari negara mayoritas Buddha itu ke Bangladesh, melarikan diri dari tentara yang dituduh membunuh, memerkosa dan membakar desa-desa.

Baca juga :   200 Pengungsi Suriah di Turki Kembali Ke Jarabulus Setiap Harinya

Bangladesh dan Myanmar sepakat bulan lalu untuk memulangkan Rohingya dalam jangka waktu dua tahun, namun PBB menyatakan keprihatinannya karena badan pengungsi UNHCR tidak dilibatkan dalam kesepakatan itu.

Majelis Umum pada Desember mengadopsi resolusi yang meminta Sekretaris Jenderal Antonio Guterres menunjuk utusan khusus ke Myanmar, namun pengangkatan itu belum dilakukan, demikian AFP.

ANTARA | DANIEL AMRULLAH