Beranda Ekonomi Positif Mengandung Babi, BPOM Tarik Izin Viostin DS dan Enzyplex

Positif Mengandung Babi, BPOM Tarik Izin Viostin DS dan Enzyplex

BERBAGI
(Foto: Suara Islam)

Jakarta, AHAD.CO.ID- Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menyebutkan, sampel dua produk suplemen makanan positif mengandung DNA (Deoxyribo Nucleic Acid) babi.

Produk yang disebutkan dalam edaran itu adalah Viostin DS produksi PT Pharos Indonesia dengan nomor izin edar (NIE) POM SD.051523771 nomor bets BN C6K994H, dan Enzyplex tablet produksi PT Medifarma Laboratories dengan NIE DBL7214704016A1 nomor bets 16185101.

Dalam konferensi pers di BPOM (Badan Pengawas Obat dan Makanan), Senin (5/2/2018), Ketua BPOM Penny K. Lukito menyampaikan  sebenarnya sudah dilakukan tindakan sejak November 2017.

“Sebelumnya, sudah dilakukan penarikan kedua produk tersebut pada nomor bets tertentu yang teridentikasi. Namun dalam prosesnya kembali ditemukan kandungan yang sama sehingga dilakukan penarikan izin edar pada semua produk,” kata dia.

Dijelaskan juga dalam kasus temuan DNA babi dalam Viostin DS dan Enzyplex terindikasi adanya ketidakkonsistenan informasi data pre-market dengan hasil pengawasan post market. Pada awal pendaftaran izin edar produk, kedua produk tersebut mengaku menggunakan bahan baku bersumber sapi.

“Di awal sertifikasi diidentifikasikan negatif. Tapi saat BPOM melakukan pengawasan post-market ternyata kita temukan tidak sesuai. Sempat ada penarikan sampai akhirnya kami mencabut izin edar Viostin DS dan Enzyplex,” kata Penny.

Baca juga :   Mendag: Jelang Puasa Stok Sembako Aman

Penny membantah pihaknya kecolongan dalam pengawasan tersebut. Pasalnya, sejak awal telah dilakukan pengawasan dalam bentuk sebelum beredar dan setelah beredar. Dan ditemukannya adanya DNA babi justru pada saat dilakukan pengawasan. Sayangnya sebelum diumumkan, temuan itu sudah diviralkan lebih dahulu oleh staf BPOM.

Penny kembali menegaskan dalam rangka melindungi masyarakat Indonesia, jika masih ada yang menemukan produk Viostin DS dan Enzyplex dari peredaran agar segera melaporkan kepada BPOM.

Sementara Lukmanul Hakim, Direktur Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan dan kosmetik Majelis Ulama Indonesia (LPPOM-MUI), mengatakan, produk Viostik DS dan Enzyplex memang belum mengajukan sertifikat halal sehingga sudah pasti belum dapat sertifikat halal dari MUI.

SUARA ISLAM | DUDY S.TAKDIR