Beranda Berita Ulama dan Aktivis Minta Pemerintah Hentikan Utang Luar Negeri

Ulama dan Aktivis Minta Pemerintah Hentikan Utang Luar Negeri

BERBAGI

Bogor, AHAD.CO.ID- Para ulama dan aktivis yang tergabung dalam Persaudaraan Alumni (PA) 212 meminta pemerintah Indonesia tidak menambah utang luar negeri lagi karena sudah mendekati lampu merah.

Hal itu ditegaskan dalam Munas I Alim Ulama dan Aktivis 212 di Cisarua, Bogor 25-27 Januari 2019.

“Bila Indonesia makin dalam masuk ke perangkap utang luar negeri, ekonomi nasional yang sudah sangat rapuh bisa segera hancur, sehingga dikhawatirkan tambahan utang najis (odious debt) yang makin menggunung akan menjadikan Indonesia negara yang sepenuhnya tergantung pada negara kreditur,” kata ketua umum PA 212, Ustaz Slamet Maarif.

Pihaknya juga mengingatkan program Trisakti dan Nawacita yang tiga tahun lalu dijadikan semboyan andalan dari rezim yang berkuasa saat ini dalam kenyataan tidak tercapai sama sekali.

“Kami minta tidak ada lagi janji-janji muluk di sisa pemerintahan,” tegasnya.

Baca juga :   Ketua Parmusi: Tidak Ada Pertemuan Sekjen FUI dengan Tommy Soeharto

Lebih lanjut dia mengungkapkan, umat Islam harus mulai merintis usaha untuk membangun ekonomi umat, misalnya dengan cara berjamaah membangun toko ritel, gerai, warung dan berbagai unit bisnis yang dimiliki oleh umat Islam.

“Karena nampaknya banyak umat Islam yang tidak atau belum menyadari bahwa keuntungan besar yang diperoleh dari bisnis para penista agama sesungguhnya berasal dari umat Islam. Keuntungan itu pada gilirannya diperuntukkan untuk upaya de-Islamisasi dan untuk membeayai berbagai langkah mereka yang dihinggapi penyakit Islamophobia,” jelas Ustaz Slamet.

DUDY S.TAKDIR