Beranda Berita Pemulangan 750.000 Pengungsi Rohingya di Bangladesh Ditunda

Pemulangan 750.000 Pengungsi Rohingya di Bangladesh Ditunda

BERBAGI
Anak-anak pengungsi Rohingya di kamp pengungsian di Bangladesh/ahad.co.id-Tjahja Gunawan

Cox’s Bazar, AHAD.CO.ID– Repatriasi ratusan ribu pengungsi Rohingya ke Myanmar yang seharusnya dimulai Selasa (23/01) ditunda, kata seorang pejabat Bangladesh. Dia menyebutkan penundaan disebabkan oleh tugas berat menyiapkan pusat transit dan menyetujui daftar pengungsi yang akan dipulangkan.

Komisaris Bantuan dan Repatriasi Pengungsi Bangladesh Abul Kalam Azad tidak menyebutkan jadwal baru untuk rencana negaranya dan Myanmar memulangkan sekitar 750.000 pengungsi yang melarikan diri dari kerusuhan dan operasi penindakan keras militer di negara bagian Rakhine.

“Kami belum melakukan persiapan yang diperlukan untuk memulangkan orang-orang mulai besok. Masih banyak persiapan yang harus dilakukan,” ungkap Azad.

“Proses yang menyeluruh” diperlukan sebelum pemulangan dapat dimulai, termasuk membangun pusat transit dan menyusun daftar calon pengungsi yang akan dipulangkan untuk diverifikasi Myanmar, katanya. Dua lokasi di dekat perbatasan diidentifikasi oleh pihak berwenang sebagai kemungkinan titik transit, tempat pengungsi akan ditempatkan sebelum diserahkan ke Myanmar, kata Azad seperti dilansir AFP.

Baca juga :   Imbas Penutupan Kantor PLO, Palestina Hentikan Komunikasi dengan AS

“Tanpa menyelesaikan ini, kami tidak bisa tiba-tiba memulangkan para pengungsi. Upaya ini sedang berlangsung,” katanya.

Proses repatriasi itu diperkirakan memakan waktu dua tahun.

Kelompok hak asasi manusia dan PBB telah menegaskan bahwa pemulangan Rohingya, yang menghadapi kondisi memprihatinkan di kamp-kamp penuh sesak di dekat perbatasan kedua negara, harus bersifat sukarela.

DAMAR AH