Beranda Berita Kiai Didin Tak Ingin Pesantren Terlibat Politik Praktis

Kiai Didin Tak Ingin Pesantren Terlibat Politik Praktis

BERBAGI

Bogor, AHAD.CO.ID- Ketua Umum Badan Kerjasama Pondok Pesantren Indonesia (BKsPPI) Prof Dr KH Didin Hafidhuddin MSi hadir membuka acara ‘Pelatihan Nasional Kepemimpinan dan Manajemen Pesantren’ di Ponpes Darul Muttaqien, Parung Bogor, Jumat malam (19/1).

Dalam sambutannya, Kyai Didin mengatakan acara tersebut digelar dalam rangka menyatukan hati, pikiran dan langkah antar peserta pelatihan sekaligus menguatkan peran masing-masing ponpes di tengah masyarakat.

“Pesantren adalah aset kita semua yang tidak boleh disia-siakan dan tidak boleh diintervensi oleh kelompok-kelompok yang sesungguhnya akan menghancurkan pesantren. Apalagi di tahun 2018, kita tahu ini tahun politik, tahun panas, kita tidak ingin pesantren ikut terlibat kemudian hancur,” ujarnya.

Wakil Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI) itu mengingatkan, fungsi utama pesantren adalah menjaga dan memperjuangkan agama.

Baca juga :   Reuni Akbar 212 Jangan Hanya Jadi Wisata Berjamaah

“Siapapun boleh berpartisipasi tetapi dengan catatan tujuannya untuk kemajuan agama, membangun izzah umat serta melahirkan ulama sekaligus para mujahid,” jelas Kyai Didin.

Pertemuan tersebut juga untuk menguatkan budaya di ponpes yang sudah terbangun sejak dahulu. “Terutama budaya adab, adab adalah ruh dari pendidikan bahkan para ulama mengatakan adab dahulu baru ilmu. Apalagi persoalan pendidikan saat ini adalah sudah mulai hilangnya adab, karena itu ponpes harus mempertahankan mengembangkan soal adab ini,” ungkap Kyai Didin.

Selain itu, fungsi pesantren juga untuk memperkuat ibadah dan muamalah khususnya bidang ekonomi secara berjamaah.