Beranda Berita Gus Idrus: Umat Islam Harus Miliki Pemimpin yang Taat Pada Ulama

Gus Idrus: Umat Islam Harus Miliki Pemimpin yang Taat Pada Ulama

BERBAGI
Para pembicara dalam tabligh akbar MIUMI "Pemimpin Kebangkitan Peradaban Islam" di Masjid Al Azhar, Jakarta (Foto: Tjahja Gunawan/ahad.co.id)

Jakarta, AHAD.CO.ID- Tokoh Nadhatul Ulama (NU) dari Jember, KH. Idrus Ramli atau yang biasa dipanggil Gus Idrus menegaskan umat Islam harus memiliki pemimpin yang taat dan tunduk kepada ulama. Hal itu diungkapkan Gus Idrus dalam tabligh akbar bertajuk Pemimpin Kebangkitan Islam di Masjid Agung Al Azhar, Jakarta, Jumat (19/1) malam.

“Ini alternatif kita saat ini, kalau kita tidak menjumpai ulama yang bisa diangkat untuk jadi pemimpin, maka cari pemimpin yang dekat dan taat kepada ulama,” kata Gus Idrus dalam acara yang digelar Majelis Intelektual dan Ulama Muda Indonesia (MIUMI) itu.

Ia mencontohkan kisah Sultan Salahuddin Al Ayyubi, dalam sejarah kepemimpinan Salahudin berada di bawah kendali gurunya, seorang ulama yang zuhud dan ahli fiqih, bernama Imam Muhammad bin Al Muwaffaq Al Khabusyani yang merupakan murid Imam Al Ghazali.

“Al Khabusyani ini yang “meratakan” jalan Shalahudin ke Mesir, dia ceramah di masjid-masjid mengajak masyarakat untuk menolak kepemimpinan sultan fathimiyah yang syiah. Akhirnya masyarakat menarik dukungan kepada sultan fathimiyah, setelah dukungan semakin melemah, Shalahuddin datang ke Mesir merebut kekuasaan dari Kelompok Syiah tanpa perlawanan yang berarti,” ungkap Gus Idrus.

Baca juga :   PBB: Konflik Kemanusiaan di Yaman Harus Segera Diakhiri

Ulama yang harus didengar pendapatnya oleh penguasa, lanjut dia adalah ulama yang tak tergiur dengan iming-iming harta dan kedudukan. “Al Khabusyani ditawarkan emas dua peti oleh sultan fathimiyah tapi dia menolak, karena menurutnya yang harus jadi pemimpin itu dari ahlussunnah wal jamaah, bukan dari syiah,” jelasnya.

Lebih lanjut dia menjelaskan, sepanjang sejarah, kunci kebangkitan peradaban Islam ada pada kekuatan ilmu pengetahuan para ulama dan kekuasaan yang tunduk pada agama.

“Karenanya ulama harus diposisikan sebagai pemberi nasehat dan masukan yang didengar sarannya oleh penguasa. Umat Islam harus diingatkan untuk selalu taat kepada ulama,” katanya.

DUDY S.TAKDIR | TJAHJA GUNAWAN