Beranda Berita Parlemen Palestina Gelar Pertemuan Darurat Bahas Status Yerusalem

Parlemen Palestina Gelar Pertemuan Darurat Bahas Status Yerusalem

BERBAGI

Ramallah, AHAD.CO.ID– Parlemen Pusat Palestina menggelar sidang paripurna dengan tema, “Al-Quds Ibukota Abdi Negara Palestina,” di kantor pemerintahan kota Ramallah, yang tidak dihadiri Hamas, Jihad Islami dan Front Rakyat, namun dihadiri konsul Amerika di kota al-Quds.

Ketua Parlemen Palestina, Salim Za’nun dalam kata sambutannya mengatakan, “Al-Quds tetap tak berubah sebagai ibukota Palestina, keputusan zalim Amerika tak akan mengubah statusnya, dan yang dibutuhkan saat ini adalah menghadapi deklarasi Amerika dan agenda Israel di al-Quds.”

Za’nun menyampaikan, saatnya bagi parlemen Palestina untuk mengevaluasi sikap mengakui Israel, karena saat ini Amerika telah memilih menjadi rival dan tidak netral.

Ditegaskan Za’nun bahwa parlemen Palestina akan terus melakukan perlawanan terhadap parlemen Israel di semua forum internasional, dan menyerukan untuk merealisasi keputusan KTT Arab terkait al-Quds.

Sementara itu ketua pengawasan Arab di wilayah Palestina 48, Muhammad Barkah dalam sambutannya mengatakan, Palestina merupakan bangsa terhormat, dan Presiden Mahmud Abbas telah sering mengatakan, Tidak bagi Israel, dan Yes bagi Palestina dan konstitusinya.

Barkah menyerukan agar tahun 2018 menjadi titik tolak mendirikan Negara Palestina dan mengeskposnya ke forum internasional, dengan menegaskan bahwa pimpinan Palestia akan bekerja melindungi rakyat, dan tidak mengabaikan mereka.

Dalam kata sambutannya, Presiden Palestina Mahmud Abbas menegaskan, pihaknya menerima tawaran untuk mendeklarasikan kota Abu Deis dekat al-Quds sebagai ibukota Negara Palestina, dan dirinya menolak tegas hal itu.

Abbas menyatakan, mereka saat ini menawarkan kepada kita agar Abu Deis menjadi ibukota Palestina, dan telah kita sampaikan kepada Presiden AS Donald Trump, kita tak akan menerima proyek perundingan satu abad, dan kita akan menolaknya dengan tegas.

Baca juga :   Kongres Al Quds di London Tolak Keputusan Trump

Abbas menegaskan, al-Quds adalah mahkota dan ibukota abadi Negara Palestina.

Dalam konteks ini, Abbas mengkritik penolakan Hamas dan Jihad Islami yang tidak ikut hadir dalam pertemuan ini, dengan alasan tempat tidak sesuai.

Abbas mengatakan, kita bertemu disini untuk membela al-Quds dan melindungi al-Quds, tak ada alasan bagi seorangpun mengatakan tempat tidak sesuai, saat ini kita berada dalam bahaya dan masa depan yang terancam.

Kita tidak akan pergi, dan tak akan membuat kesalahan masa lalu, ini adalah Negara kita dari sejak jaman Kan’aniyin.

Sidang darurat yang digelar dua hari ini merespon undangan ketua otoritas Mahmud Abbas, untuk menetapkan langkah menghadapi deklarasi Presiden AS Donald Trump, yang mengklaim al-Quds ibukota Israel dan memindahkan kedubesnya kesana.

Sebelumnya Hamas menyampaikan bahwa kondisi parlemen Palestina saat ini tak mungkin berdampak pada deklarasi Amerika, namun hanya sekedar mencari pintu lain untuk menghidupkan proses perundingan.

Hamas menjelaskan sikap ketidak hadirannya berdasarkan data dan fakta, bahwa parlemen Palestina saat ini tak akan menghasilkan rekomendasi yang sesuai dengan tuntutan rakyat.

PIP | DAMAR AH