Beranda Berita Daarul Quran Ubah Jembatan Bambu Berusia 100 Tahun Jadi Jembatan Megah

Daarul Quran Ubah Jembatan Bambu Berusia 100 Tahun Jadi Jembatan Megah

BERBAGI

Bogor, AHAD.CO.ID- PPPA Daarul Qur’an meresmikan jembatan beton yang terletak di  atas sungai Cimanceuri, Desa Jagabita, Kecamatan Parung Panjang, Kabupaten Bogor, pada Ahad (14/1). Pembangunan jembatan dimulai pada Agustus 2017 lalu, kini kondisinya sudah seratus persen dapat digunakan warga setempat.

Peresmian dihadiri oleh para pegiat Media Sosial, donatur, rekan media dan pimpinan Paytren sebagai mitra donor dalam pembangunan jembatan kehidupan bagi desa Jagabita.

“Melalui program Jembatan Kehidupan, PPPA berupaya membantu kesulitan masyarakat yang daerahnya belum tersentuh tangan-tangan pemerintah, wilayah terisolir dan mengalami ketimpangan ekonomi, sosial serta pendidikan, sehingga desa tersebut tumbuh
mandiri,” kata Direktur Eksekutif PPPA Daarul Qur’an Tarmizi As Sidiq.

Di Desa Jagabita sendiri, sudah hampir 100 tahun warganya menanti jembatan tua tersebut berubah dengan jembatan yang akan berdiri kokoh. Sebab, jembatan Cimanceuri adalah satu-satunya akses utama keluar kampung.

Jembatan yang kini berdiri  kokoh awalnya hanya dibangun dengan bambu seadanya dan hanya bisa dilewati dengan berjalan kaki dan kendaraan bermotor. Itu pun harus bergantian, tak heran warga yang lewat bisa saja jatuh tercebur karena rapuhnya jembatan.

Setiap tahun mereka harus membangun kembali jembatan dengan patungan seikhlasnya, lantaran sampai saat ini belum ada sama sekali bantuan dari pemerintah.

Jika musim hujan tiba, warga kesulitan melewati jembatan. Jalan kampung yang masih tanah merah, membuat jembatan yang dibangun dengan bambu licin untuk dilalui.

Baca juga :   Imam Masjid Al Hikmah New York, Ustaz Daud Rasyid Ditahan Polisi

Akses pendidikan, ekonomi dan aktivitas masyarakat Jagabita pun terhambat selama musim penghujan tiba, sebab air sungai meluap melahap jembatan bambu mereka. Upah yang tak seberapa membuat mereka tak mampu membangun jembatan dengan
beton-beton yang kuat.

“Ada sekitar 270 KK di sini. Kebanyakan memang lulusan SD saja, hanya jadi petani, buruh ya kerjanya serabutan saja,” ujar Ketua RT 03 Desa Jagabita, Yadi Setiadi.

Salah seorang pegiat media sosial, Abdul Hakim mengaku dirinya mau datang jauh-jauh dari Jakarta ke lokasi peresmian karena ingin ikut merasakan kebahagiaan warga setempat.

“Ini impian saya, dapat melihat orang lain bahagia, karena dengannya kita jadi ikut bahagia. Alhamdulillah sekarang mereka dapat memanfaatkan jembatan untuk akses kegiatan sehari-hari,” kata bintang iklan Google itu.

Senada dengan hakim, Komika David Nurbianto yang juga hadir, mengajak anak muda untuk lebih peduli kepada sesama dan aktif dalam kegiatan sosial.

“Gak perlu kebanyakan protes dengan ketimpangan yang ada, tapi selesaikan persoalan-persoalan dengan aksi nyata, itu baru anak muda,” kata David.

DUDY S.TAKDIR | DANIEL AMRULLAH