Beranda Berita Profesor Indonesia menangkan Penghargaan Raja Faisal 2018 untuk Pelayanan Islam

Profesor Indonesia menangkan Penghargaan Raja Faisal 2018 untuk Pelayanan Islam

BERBAGI

Jeddah, AHAD.CO.ID- Guru besar Indonesia Irwandi Jaswir diberi Penghargaan Internasional Raja Faisal untuk Pelayanan kepada Islam pada sebuah upacara di ibukota Saudi pada hari Rabu, 10/1.

Jaswir diakui atas kontribusinya terhadap pendirian ‘ilmu halal’ yang berkaitan dengan makanan; penelitiannya di daerah itu dan pengembangan metode baru untuk menganalisis zat yang digunakan dalam pembuatan ‘Alternatif Makanan Halal’.

Jaswir berkolaborasi untuk mengembangkan metode baru untuk deteksi cepat zat non-halal dalam makanan. Contoh penting adalah ‘Portable Electronic Nose’ yang mendeteksi dalam beberapa detik adanya alkohol atau lemak babi (lemak yang berasal dari babi) dalam makanan.
Sejak didirikan pada tahun 1979, Raja Faisal International Prize (KFIP) telah menghormati keunggulan dalam Pelayanan terhadap Islam, Studi Islam, Bahasa Arab & Sastra, Kedokteran, dan Ilmu Pengetahuan.

Penghargaan Studi Islam diberikan kepada profesor Yordania Bashar Awwad untuk pandangan historis dan geografis yang luas dalam mengedit studi Hadis dan ilmuwan sejarah.

Profesor Chokri Mabkhout dari Tunisia dianugerahi penghargaan untuk Bahasa Arab dan Sastra. Mabkhout terkenal karena keasliannya dalam pengobatan dan analisis tema biografi Arab.
Pengahargaan untuk Pengobatan diberikan kepada Profesor James P. Allison atas kontribusinya yang luar biasa untuk pengembangan bidang imunoterapi kanker.

Baca juga :   Hakim Dinilai Tak Adil, Pengacara Muhammad Hidayat Pilih WO

Profesor University of Oxford Profesor Sir John M. Ball dianugerahi penghargaan untuk Sains atas kontribusi mendasar dan terobosannya terhadap persamaan diferensial parsial nonlinier, kalkulus variasi, dan sistem dinamik.

Hadir dalam upacara di Riyadh Prince Sultan Grand Hall adalah Gubernur Makkah Pangeran Khaled Al-Faisal, yang merupakan penasihat raja dan CEO King Faisal Foundation. Ia bergabung dengan anggota panitia seleksi serta ilmuwan, intelektual dan tokoh media.

ARABNEWS | DAMAR A.H.