Beranda Berita Israel Keluarkan Daftar Organisasi Kemanusiaan yang Dilarang Masuk Palestina

Israel Keluarkan Daftar Organisasi Kemanusiaan yang Dilarang Masuk Palestina

BERBAGI
Aksi boikot G4S/palestinecampaign.org

Tel Aviv, AHAD.CO.ID-  Kementerian Urusan Strategis Israel, Ahad (7/1) merilis daftar hitam yang berisi para aktifis organisasi kemanusiaan yang memboikot Israel, mereka dilarang masuk ke Palestina.

Chanel 7 Israel menyebutkan, lembaga dan aktifis yang masuk daftar hitam bekerjasama secara berkesinambungan menentang Israel, dan melakukan tekanan kepada sejumlah lembaga internasional untuk memboikot Israel.

Para aktifis organisasi ini dalam kampanyenya menyerukan untuk menghapus legalitas Israel di forum internasional.

Nama-nama lembaga yang memboikot akan disampaikan ke departemen kependudukan di kemdagri Israel, dengan tujuan melarang para aktifisnya memasuki wilayah Palestina yang dijajah Israel, demikian tulis Quds Press.

“Daftar hitam ini merupakan langkah kami memerangi propaganda dan kebohongan yang disebarkan organisasi pemboikotan, yang bertujuan menghancurkan Israel,” kata Menteri Urusan Strategis, Ghilad Erdan

Sementara itu Mendagri Israel, Arieh Darie mengatakan, “Sebagai kementerian yang bertanggung jawab terhadap UU masuk ke Israel, saya akan memanfaatkan kesempatan ini untuk mencegah sejumlah aktifis dan anggota gerakan boikot internasional, masuk ke Israel, mereka ini berupaya memanfaatkan kesempatan hukum untuk bekerja menentang Israel, saya akan mencegah hal itu dengan semua cara yang dimungkinkan.”

Disebutkan bahwa daftar cekal berisi 20 organisasi solidaritas Palestina anti penjajahan Israel.

Baca juga :   Ini Alasan Dahnil Anzar Minta Hentikan Fitnah Amien Rais Korupsi

Mayoritas organisasi ini berada di Eropa, Amerika Latin dan Afrika.

Berdasarkan UU Israel, pemerintah boleh menangkap para aktifis yang memobilisir blokade interasional atas Israel, dan menuntut mereka membayar denda.

Gerakan Internasional Boikot Israel dikenal dengan BDS, beroperasi di sejumlah Negara, menyerukan pemboikotan dan menarik investasi dari Israel, serta menyerukan sanksi bagi Israel, sampai Israel tunduk kepada resolusi internasional dan HAM, termasuk memberikan kesempatan bagi Palestina untuk menentukan nasib sendiri, dan kembalinya para pengungsi, seperti tercantum dalam teks deklarasi gerakan ini yang berdiri pada tahun 2005 silam.

Menurut kordinator organisasi cabang Palestina, Mahmud Nawajia, gerakan ini memicu kerugian ekonomi Israel, senilai 23 Milyar USD, dan nilai ekspornya rugi mencapai 2,9 Milyar USD, di tengah kerugian produk nasional mencapai antara 28-56 Milyar USD.

PIP | DAMAR AH