Beranda Berita Masyarakat Gelar Unjuk Rasa Tuntut Penutupan Galian C Padang Pariaman

Masyarakat Gelar Unjuk Rasa Tuntut Penutupan Galian C Padang Pariaman

BERBAGI

Padang, AHAD.CO.ID- Unjuk rasa masyarakat bersama Mahasiswa, Lembaga Bantuan Hukum dan unsur nagari Lubuk Alung menuntut penutupan Galian C dilakukan di depan Kantor Polisi Daerah dan Kantor Gubernur Sumatera Barat pada Sabtu, 6/1.

Massa menyampaikan aspirasinya melalui pengeras suara dan menyatakan sikap menolak Galian C yang telah menimbulkan kerusakan lingkungan di Lubuk Alung dan sekitarnya.

Rodi Indra Saputra selaku koordinator aksi mengatakan, aksi yang digelar guna meminta ketegasan pihak berwajib untuk menindak aktivitas galian C di banyak titik di Lubuk Alung. selain terjadinya pengrusakan alam yang sudah sangat memperihatinkan, juga ada oknum aparat polri yang terlibat membekingi aktivitas dan bahkan menjadi pengusaha tambang ilegal galian C.

“Pengusutan tuntas. Jangan berhenti pada penangkapan pekerja tambang saja. Namun, juga oknum yang terlibat di dalamnya. Kami ada bukti, video yang beredar, di situ ada oknum. Ini yang kami laporkan. Kami mau pihak kepolisian mengusut nama oknum yang disebut dalam video tersebut,” ungkapnya.

Sementara itu Sekretaris Nagari Sungai Abang, Herik Rinal, menambahkan, beberapa nagari yang sudah berdampak pada aktivitas galian C di Padang Pariaman diantaranya, Nagari Lubuk Alung, Nagari Sungai Abang, Nagari Balah Hilir, Salibutan, Koto Buruak dan akan juga berdampak pada Nagari Pasa Usang.

Baca juga :   LPPDI Thoriquna Titipkan Donasi Rohingya Kepada Lazis Dewan Dakwah

“Kami sudah membuat laporan, ini yang kami tuntut penindakannya. Karena tidak ada tangggapan. Terbaru itu laporannya dari Nagari Balah Hilir,” terang Herik Rinal.

Aksi unjuk rasa sempat dihalangi oleh aparat, namun akhirnya perwakilan pengunjuk rasa diterima oleh pejabat gubernur Sumatera Barat.

Untuk penuntutan di Mapolda Sumbar diterima perwakilan 5 Orang perwakilan unjuk rasa oleh pejabat Polda menyerahkan dokumentasi video, foto Dan Oknum Polri sebagai pemilik alat berat Galian C tersebut.

Pengunjuk rasa juga juga meminta kepada Kapolda dan jajaran untuk mnindak oknum-oknum Polri terlibat pada Galian C tersebut hingga 9 Januari 2018, bila tidak ada tindak lanjut oleh Polda Sumbar, pengunjuk rasa akan melaporkan masalah ini ke Mabes Polri.

BENY APRIUS