Beranda Ekonomi BSM dan UGM Kolaborasi Hadirkan Islamic Sociopreneur Program

BSM dan UGM Kolaborasi Hadirkan Islamic Sociopreneur Program

BERBAGI
Mahasiswa Baru UGM membentuk formasi garuda pancasila/ugm.ac.id

Yogyakarta, AHAD.CO.ID- Bank Syariah Mandiri dan Lembaga Amil Zakat Nasional Bangun Sejahtera Mitra Umat (LAZNAS BSM Umat) bekerja sama dengan Universitas Gadjah Mada (UGM) meluncurkan Islamic Sociopreneur Development Program (ISDP). ISDP merupakanprogram beasiswa berupa uang saku, uang SPP, pembinaan spiritual, permodalan, pelatihan/magang kewirausahaan serta pendampingan usaha.

Penyerahan secara simbolis program ISDP dilakukan Direktur Utama Bank Syariah Mandiri (BSM) Toni EB Subari disaksikan Direktur Bank Mandiri Kartini Sally kepada Wakil Rektor Kerjasama dan Alumni UGM, Paripurna Poerwoko Sugarda, di kampus UGM, Yogyakarta, Selasa (19/12).

Program senilai Rp 1,9 miliar untuk 25 mahasiswa inibertujuan mencetak wirausahawan muda yang memiliki kepedulian sosial kepada masyarakat. Toni EB Subari mengatakan, program ISDP ini sesuai dengan arahan Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) terkait pengusaha muda.

“ISDP merupakan program yang memang arahnya pas dengan kebijakan pemerintah, agar bisa melahirkan para pemuda yang mandiri dan bisa berwirausaha dengan segala keterampilan yang dimilikinya,” kata Toni melalui siaran pers, Rabu (20/12).

Selain itu, lanjutnya, peluncuran kegiatan ISDP tersebut merupakan fokus dan konsen BSM dan Laznas BSM Umat dalam meningkatkan kualitas pendidikan.

“ISDP ini sebagai bagian dari kepedulian BSM, tetap concern dalam peningkatan kualitas pendidikan. Sehingga bisa mendorong dalam mengentaskan kemiskinan di Indonesia,” kata dia.

Baca juga :   Pamekasan Jadi kabupaten Pertama Terapkan Koperasi Syariah

Direktur Eksekutif Laznas BSM Umat, Rizqi Okto Priansyah menambahkan, tujuan kegiatan ISDP untuk meningkatkan pengetahuan mahasiswa UGM mengenai bidang sociopreneur secara umum.

“Sekaligus membangun, memotivasi serta mengembangkan minat dan bakat untuk mampu meningkatkan potensi diri setelah lulus dari jenjang perguruan tinggi menjadi entrepreneur sejati,” kata Rizqi Okto.

Menurut Rizqi, para mahasiswa dituntut untuk mampu memberikan dampak positif khususnya dari sisi sosial ekonomi masyarakat. Mahasiswa yang dikenal sebagai agen perubahan (agent of change), diharapkan tidak hanya memberi perubahan dari segi intelektualitas. Melainkan juga dapat menciptakan dan melahirkan entrepreneur yang terampil dan mandiri.

“Bersama BSM dan Laznas BSM Umat, mahasiswa akan diberikan beasiswa, pendampingan dan pengetahuan untuk menjadi pengusaha yang sukses,” ucapnya.

Selama 2017 BSM melalui lembaga amil zakat Laznas BSM Umat telah menyalurkan beasiswa pendidikan sebesar Rp 6,02 miliar.

DAMAR ABDUL HAYY