Beranda Berita 400 Imigran Anak Meninggal Dunia di Libya

400 Imigran Anak Meninggal Dunia di Libya

BERBAGI
Imigran anak di Libya/Anadolu Agency

Tripoli, AHAD.CO.ID- UNICEF memperkirakan lebih dari 400 imigran anak di Libya meninggal dunia karena mencoba melakukan perjalanan mencari suaka sejak awal tahun 2017. Selain itu, banyak imigran anak yang mengalami pelecehan seksual, eksploitasi, dan perbudakan.

“Dari sekitar total 400.000 migran, sembilan persen adalah anak-anak, dan yang lebih mengejutkan, lebih dari 14.000 anak tidak ada yang mendampingi ditemani,” katanya UNICEF dalam sebuah pernyataan, Senin (12/19).

Angka tersebut diungkap oleh UNICEF dan Organisasi Internasional untuk Migrasi (IOM).

“Tahun ini, hampir 15.000 anak tanpa pendampingan telah mencapai Italia melalui laut. Mereka melakukan perjalanan melintasi rute Mediterania Tengah yang berbahaya dari Libya. Perjalanan mereka biasanya difasilitasi oleh penyelundup dan pedagang,” kata UNICEF.

Untuk menangani persoalan ini, UNICEF dan IOM bergabung dalam sebuah rencana aksi untuk meningkatkan dukungan terhadap anak-anak migran di Libya, dengan fokus pada perlindungan anak, pendidikan, air, sanitasi dan kesehatan. Kolaborasi ini akan memastikan bahwa hak anak menjadi prioritas kerja kemanusiaan di Libya.

“Tujuannya kerja sama ini agar kami dapat menjangkau dan melindungi lebih banyak anak saat bepergian. Anak-anak termasuk yang paling rentan. Mereka banyak yang membutuhkan perlindungan dan dukungan,” kata Kepala Misi IOM Libya, Othman Belbeisi mengatakan

Baca juga :   Lanjutan Sidang First Travel, Jaksa Hadirkan 16 Saksi

Banyak imigran Afrika berusaha mencapai Eropa karena konflik dan masalah keamanan di negara mereka menggunakan rute Libya. Libya sendiri masih dalam keadaan kacau sejak 2011, saat sebuah pemberontakan berdarah menyebabkan kematian Presiden Muammar Gaddafi yang sudah berkuasa lebih dari 40 tahun.

Dalam enam tahun sejak kejatuhan Gaddafi, perpecahan politik negara tersebut terus berlanjut, bahkan kini menghasilkan dua pemerintahan – satu di Tobruk dan satu lagi di ibu kota Tripoli -. Kelompok milisi bersenjata berat juga tak berhenti berperang memperebutkan pengaruh di Libya.

MEMO | DUDY S.TAKDIR