Beranda Editorial Tentang Ustaz Felix Siauw

Tentang Ustaz Felix Siauw

BERBAGI
Pemimpin redaksi AHAD.CO.ID, Tjahja Gunawan Direja/Dokpri

Oleh Tjahja Gunawan
Pemimpin Redaksi AHAD.CO.ID

AHAD.CO.ID- Beberapa kali saya mengikuti taklim dan kajian Ustaz Felix Siauw di sekitar masjid BSD Kota Santri. Mengikuti dua kali kajiannya di Masjid Al Aqsha dan Masjid Al Madani BSD, jamaah yang hadir kebanyakan anak muda dan ibu-ibu.

Kesan saya dan juga jamaah lain, pengetahuan dan pemahaman agama Islam Felix Siauw yang baru masuk Islam pada tahun 2002 itu, sungguh sangat luar biasa. Bukan hanya aqidahnya yang kuat, tetapi pemahaman Al Quran dan hadist serta kisah para Nabi, juga dikuasai dengan mendalam oleh Ustaz Felix Siauw.

Karena dia jebolan pendidikan tinggi (IPB), Ustaz Felix senantiasa menjelaskan tentang kandungan Al Quran dan hadist serta kisah para Nabi dikaitkan dengan ilmu pengetahuan umum dan dunia science. Cerita tentang perjalanan Ustaz Felix, sebagian saya dapat infonya dari Ustaz Fatih Karim, yang juga sama-sama jebolan IPB.

Kalau berbicara di forum-forum kajian Islam, Ustaz Felix selalu menggunakan infokus untuk menampilkan beragam data dan gambar visual yang terkait dengan tema kajian yang dia bawakan. Sayangnya, kalau berbicara dia cenderung cepat. Tapi itulah mungkin tipikal orang cerdas, selalu ingin menyampaikan dan menumpahkan seluruh isi pikiran dan pemahamanya tentang agama Islam kepada khalayak/umat. Sehingga intonasi bicaranya relatif cepat secepat cara berpikirnya.

Setelah beberapa kali mendapat rintangan dan halangan dalam berdakwah, Ustaz Felix Siauw semakin dicintai umat Islam terutama bagi mereka yang haus dan fakir dalam ilmu Agama. Setidaknya bagi saya yang terlahir sebagai turis (turunan Islam), tapi pengetahuan tentang Agama Islam masih deet (baca: dangkal dalam bahasa Sunda). Sementara Ustaz Felix, dikaruniai Allah SWT dengan kemampuan yang lebih dalam penguasaan Ilmu Agama. Kita patut meneladani kandungan Iman, Ilmu dan Amal yang dimiliki Ustaz Felix Siauw.

Pusat perhatian terhadap Ustaz Felix Siauw semakin bertambah terutama setelah beberapa kajiannya dihalangi ormas tertentu. Begitupun ketika ibu-ibu DKM Masjid Raudhatul Jannah di Vila Melati Mas Serpong hendak mengundang Felix Siauw akhir November lalu. Para jamaah di sejumlah masjid yg tergabung dalam Forum Mesjid dan Mushola BSD dan sekitarnya (FMMB), kompak bersatu untuk menjaga dan mengawal dakwah Ustaz Felix di Mesjid Raudhatul Jannah.

Baca juga :   Panjat Pinang dan Persatuan Kita yang Centang-Perenang

Alhamdulillah, acara kajian Ustaz Felix Siauw yang dihadiri ribuan jamaah itu, berjalan aman dan lancar. Bahkan syiar Islam itu juga dihadiri Kapolres Tangsel dan Kapolsek Serpong. Pengawalan terhadap Ustaz Felix juga dilakukan Tim Laskar FPI dan unsur TNI. Seusai acara, di tengah hiruk pikuk jamaah bersalaman dan berfoto bersama, saya berkesempatan untuk memeluk Ust Felix Siauw.

“Afwan Ustadz, ana mohon untuk memeluk Antum,” kata Saya.

Dijawab Ustaz Felix dengan rendah hati: “Maaf telah merepotkan…”

Perjuangan beliau dalam berdakwah sungguh luar biasa. Tapi Ustaz Felix Siauw selalu menyatakan bahwa dirinya tidak akan kendor dalam menyebarluaskan syiar Islam. Bahkan dia rela mati dalam keadaan berdakwah. Itulah motto orang beriman: Hidup Mulia atau Mati Syahid !

Beberapa Hari kemudian, saya bersama panitia kajian Islam Masjid Raudhatul Jannah
dan pengurus FMMB, berkesempatan bersilaturahmi ke pusat kajian Islam yang didirikan Ustaz Felix di sebuah Ruko di Kawasan Daan Mogot Jakarta. Setelah itu, bertamu ke rumah Ustaz Felix, tidak jauh dari Ruko tersebut.

Setelah ramah tamah dan menjelaskan tentang sejarah perjuangan Islam di Indonesia, Ustaz Felix Siauw memberikan lima buah buku karyanya kepada pengurus FMMB. Pada kesempatan itu, saya pun memberikan satu buku “Diary 212” yg disusun oleh sahabat saya dari Dewan Dakwah Indonesia, Nurbowo.

Bersyukur kepada Allah SWT, saya bisa kenal lebih dekat dengan Ustaz Felix Siauw dan ulama dan ustadz lainnya.

Yang juga membanggakan, kini saya lebih banyak teman dan sahabat yang saling mengajak pada kebaikan serta ketaatan kepada Allah SWT. Sahabat sejati (Auliya) adalah mereka yang seiman dan saling tolong-menolong dalam kebaikan.

Barokalloh