Beranda Headline Serangan Masjid Rawda Sinai dan Masa Depan Rekonsiliasi Palestina

Serangan Masjid Rawda Sinai dan Masa Depan Rekonsiliasi Palestina

BERBAGI

Oleh MU Bilal
Pengamat Timur Tengah The Forjim Institute

AHAD.CO.ID- Sinai merupakan wilayah yang tidak terkontrol oleh otoritas Mesir, karena berbatasan langsung dengan Israel. Sebagai “wilayah tanpa hukum”, di Sinai tumbuh banyak kelompok jihad untuk memerangi zionis.

Sebelum pecah menjadi pendukung dan kontra ISIS, Anshar Baitul Maqdis, salah satu faksi di Sinai fokus memerangi zionis.

Sampai kemudian terjadi peristiwa penyerangan terhadap penjaga perbatasan Mesir di Sinai secara misterius, jatuh korban 16 tentara pada 2012. Media Mesir kemudian melakukan glorifikasi, sehingga publik nasional marah.

Berujung Mesir umumkan operasi Militer ke Sinai, akhirnya Anshar Baitul Maqdis terpancing melawan pasukan Mesir. Hingga kemudian muncul ISIS, Anshar Baitul Maqdis pecah, sebagian menjadi pendukung ISIS dan menamakan diri Daulah Islamiyah “Wilayatu Sinai” atau Cabang ISIS di Sinai.

Sebagian lagi, dikemudian hari mengkonsolidasi menjadi gerakan baru bernama Jundul Islam Mesir, yang berafiliasi ke Al Qaeda. Sekarang, afiliasi Al Qaeda “Jundul Islam Mesir” kembali memainkan fokus menyerang Zionis dari Sinai.

Dapat diduga, serangan di masjid di Sinai yang menewaskan dua ratus lebih kaum muslimin akan menekan keberadaan Jundul Islam di Sinai yang aktif menyerang Israel (bila kemudian hari dijadikan dalih operasi militer).

Jundul Islam sendiri sudah menyatakan tidak bertanggung jawab atas peristiwa tersebut dan mengutuk keras peristiwa itu. Peristiwa itu juga diduga kuat untuk merusak perdamaian Hamas-Fatah, dan merusak isu pembukaan gerbang penyeberangan Rafah.

Baca juga :   Ustaz Zaitun Rasmin Ajak Umat Bersatu Meski Berbeda

Perjanjian Kairo antara Hamas-Fatah yang difasilitasi Mesir salah satu hasilnya adalah membuka penyeberangan Rafah. Israel tidak suka hal ini terjadi, karena meski perlintasan Rafah dikelola oleh Otoritas Palestina (PA), bagi Israel tetap menguntungkan Hamas, karena Hamas akan sangat mudah bersentuhan dengan dunia luar.

Pemboman masjid Rawda, bisa menjadi alasan bagi Mesir untuk membatalkan pembukaan perlintasan Rafah, sebab selama ini militan Sinai dituding Mesir terkait dengan militan Gaza. Artinya, Mesir bisa cuci tangan membatalkan perjanjian dengan alasan keamanan

Sejatinya, kalau melihat secara makro “kasus-kasus aneh” selama ini di Sinai yang diuntungkan adalah zionis.

Seperti kasus pembunuhan penjaga perbatasan Mesir secara misterius 2012. Dengan alasan mengeliminasi militan Sinai, Mesir menutup penyeberangan Rafah. Mesir juga menuding perbuatan itu dilakukan oleh militan Gaza, yang berimbas tekanan dan blokade terhadap Gaza dan Hamas semakin ketat.

Jadi kasus Sinai menjadi kartu untuk melayani kepentingan Zionis saat diperlukan untuk berkonspirasi terhadap Palestina khususnya Hamas. (*)