Beranda Berita Pengacara Setnov Diminta Baca Ulang Mekanisme Hukum HAM Internasional

Pengacara Setnov Diminta Baca Ulang Mekanisme Hukum HAM Internasional

BERBAGI
Setnov saat dipindah ke RSCM/Radar Lampung

Jakarta, AHAD.CO.ID- Direktur Pusat Studi dan Pendidikan HAM Universitas Muhammadiyah Prof DR HAMKA, Dr. Maneger Nasution menyatakan upaya para pengacara Setya Novanto untuk menuju ke Genewa atau Den Haag, harus dihargai sebagai sebuah hak. Tetapi sebaiknya dipertimbangkan dengan membaca ulang mekanisme hukum HAM internasional secara memadai.

“Pertanyaan lanjutannya, mau dibawa ke pengadilan internasional yang mana kasus Setya Novanto (Setnov) ini oleh pengacaranya?,” katanya di Jakarta, Ahad (19/11) malam.

Kalaupun kemudian oleh pengacaranya dibawa ke Dewan HAM PBB atau UNHRC (United Nations Human Rights Council), mekanismenya menurut Maneger juga tidak mudah, karena yang bisa membawanya adalah organisasi yang memiliki akreditasi status konsultatif.

“Lagipula kasus yang dituduhkan kepada Setnov adalah kasus tindak pidana korupsi. Sesuatu yang tidak memiliki dampak signifikan internasional,” kata dia.

Lebih lanjut dia juga menjelaskan, hal lain yang juga perlu dipertimbangkan, PBB menegaskan bahwa mekanisme internasional adalah upaya terakhir. Setiap kasus yang diduga berkaitan dengan pelanggaran pidana seperti korupsi harus diselesaikan melalui proses hukum nasional yang kredibel terlebih dahulu.

Baca juga :   GNPF: Kenapa Ahok Masih di Mako Brimob?

“Sementara untuk kasus Setnov, bukankah mekanisme hukum nasional masih berjalan, berproses?,” katanya.

Kendati demikian, Maneger mengajak untuk mendoakan agar Setnov segera diberi kesembuhan. “Sebagai umat beragama kita mengajak publik mendoakan agar Setnov diberi kesembuhan oleh Allah SWT dari penyakit yang diderita. Sehingga ia bisa memenuhi kewajiban hukumnya,” ujarnya.

DUDY S.TAKDIR