Beranda Berita Gelar Muktamar, Al Irsyad Al Islamiyah Teguhkan Diri Sebagai Organisasi Moderat

Gelar Muktamar, Al Irsyad Al Islamiyah Teguhkan Diri Sebagai Organisasi Moderat

BERBAGI
Pimpinan Al Irsyad Al Islamyah bertemu dengan gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan/alirsyad.or.id

Bogor, AHAD.CO.ID- Perhimpunan Al-Irsyad Al-Islamiyyah, atau biasa dikenal dengan AL-IRSYAD, menggelar Muktamar ke-40 di Kota Bogor pada 16-17 November 2017. Muktamar akan dibuka secara resmi oleh Menteri Agama Lukman Hakim Saifudin di Hotel Sahira, Bogor, pada hari Kamis 16 November 2017 jam 10.00 wib.

Sebelum dibuka resmi, seluruh peserta Muktamar diterima oleh Presiden Republik Indonesia Ir. Joko Widodo di Istana Bogor untuk silaturrahim. Penutupan acara dilakukan oleh Ketua MPR RI Zulkifli Hasan.

“Berbarengan dengan Muktamar ini akan dilangsungkan Musyawarah Besar dua badan otonom di lingkungan Al-Irsyad, yaitu Musyawarah Besar ke-11 Pemuda Al-Irsyad dan Musyawarah Besar ke-8 Wanita Al-Irsyad,” tulis keterangan yang diterima AHAD.CO.ID, Kamis (16/11).

Muktamar tahun ini mengambil tema “Menyongsong Kebangkitan Al-Irsyad sebagai Organisasi Pembaharu dan Moderat”. Tema ini relevan dengan tekad Al-Irsyad Al-Islamiyyah saat ini untuk makin meneguhkan jati dirinya sebagai pelopor pembaharuan Islam di Indonesia, sesuai dengan ide-ide reformasi Islam yang dibawa oleh pendiri Al-Irsyad, Syekh Ahmad Surkati, yang merupakan pengikut trio reformis dunia, yaitu Jamaluddin al-Afghani, Muhammad Abduh dan M. Rasyid Ridha.

“Juga meneguhkan Al-Irsyad sebagai organisasi moderat, yang jauh dari sikap ekstrem. Al-Irsyad menjunjung tinggi kesantunan dalam dakwah dan mengedepankan ukhuwah Islamiyah serta dialog konstruktif dengan seluruh elemen bangsa,” jelas pernyataan itu.

Baca juga :   Sekretaris Pemuda Muhammadiyah Akan Laporkan JPU Ahok ke Komisi Kejaksaan

Muktamar merupakan institusi tertinggi di organisasi Al-Irsyad, diselenggarakan setiap lima tahun. Begitu pula dengan Musyawarah Besar yang merupakan institusi tertinggi di kedua badan otonom.

Dalam Muktamar yang akan diikuti oleh 18 Pimpinan Wilayah dan lebih dari 100 cabang ini akan dilakukan evaluasi atas hasil kerja periode kepengurusan 2012-2017, dan menentukan program kerja strategis di bidang pendidikan, dakwah, sosial dan ekonomi untuk periode 2017-2022. Di Muktamar ini juga akan diputuskan beberapa rekomendasi yang sifatnya internal Al-Irsyad maupun eksternal (masalah keumatan dan bangsa), serta pemilihan ketua umum baru Pimpinan Pusat Al-Irsyad Al-Islamiyyah periode 2017-2022 dan Dewan Syuro Al-Irsyad Al-Islamiyyah.

DUDY S.TAKDIR