Beranda Berita Dikawal Tentara, 35 Ribu Pemukim Zionis Serbu Masjid Ibrahimi Hebron

Dikawal Tentara, 35 Ribu Pemukim Zionis Serbu Masjid Ibrahimi Hebron

BERBAGI
Warga Palestina Shalat di Pelataran Masjid Ibrahimi, Hebron/Palestine Insight

Hebron, AHAD.CO.ID- Pasukan Tentara Israel mengatakan, pihaknya memberikan pengamanan terhadap 35 ribu pemukim Zionis yang menyerbu Masjid Ibrahimi kota Hebron, selatan Al-Quds terjajah pada Sabtu (11/11).

Menurut laporan yang dikeluarkan tentara Israel mengatakan, jumlah pemukim Zionis yang melakukan ritual keagamaan di pelataran Masjid Ibrahimi dan di komplek Yahudi Hebron mencapai rekor tertinggi, jika dibandingkan dengan serbuan mereka selama bertahun-tahun sebelumnya, mencapai 35 ribu pemukim.

Sementara itu, menurut direktur Masjid Ibrahimi, Hafei Abu Sneineh, intensifikasi intruksi pemukim Zionis memasuki dalam masjid adalah pelanggaran secara terang-terangan terhadap kebebasan beribadah dan tempat suci bagi umat Islam.”

Kepada Quds Press, Abu Sneineh mengatakan, tentara Israel mengirim untuk menarik sebanyak mungkin para pengunjung masjid dan menunjukan bahwa memiliki kekuatan penuh dan kendali atas tempat tersebut.

Terkait dengan situasi di kota Hebron, direktur Masjid Ibrahimi ini mengatakan, karena letak Pengadilan yang berdekatan dengan masjid, maka ia menyaksikan ada kepadatan kendaraan militer pemukim dengan jumlah yang besar. Selain itu, pasukan Israel menutup Jalan Beersheba di pusat kota Hebron dengan dalih untuk mengamankan kunjungan para pemukim ke lokasi arkeologi Ateneel Ben-Qinz.

Baca juga :   Kapolri Tegaskan Siap Kawal Perppu No 2 Tahun 2017

Perlu dicatat, otoritas pendudukan sengaja menutup Masjid Ibrahimi sepanjang liburan Yahudi di bawah resolusi Zionisme “Shamgar” Komite, yang dibentuk setelah pembantaian Ibrahimi pada tahun 1994 dan menghasilkan keputusan untuk membagi Masjid Al-Ibrahimi sementara dengan menutupnya bagi para jamaah kaum muslimin dalam jangka waktu tertentu hingga sepuluh hari dalam setahun.

Sementara itu, Organisasi Pendidikan, Ilmu Pengetahuan dan Kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNESCO) menyatakan Kota Tua Hebron sebagai kawasan lindung, sebagai situs sejarah kelas dunia pada awal bulan Juli, berdasarkan hasil pemungutan suara 12 anggota Komite arkeologi Dunia yang mendukung resolusi tersebut. Hanya tiga orang yang menolak keputusan ini sementara dan enam lainya abstain.

PIP | DAMAR AH