Beranda Headline Membangun Gerakan Peduli Lingkungan dengan eco-Masjid

Membangun Gerakan Peduli Lingkungan dengan eco-Masjid

BERBAGI
Ilustrasi sumur resapan eco masjid/twitter @MUI_LPLHSDA

Jakarta, AHAD.CO.ID- Krisis lingkungan hidup sejatinya adalah krisis moral, karena manusia memandang alam sebagai obyek untuk dimanfaatkan semata bukan sebagai obyek yang perlu dipelihara untuk kelangsungan kehidupan manusia.

Aktifitas manusia yang tidak ramah lingkungan tersebut, berdampak langsung pada lingkungan dan kehidupan manusia itu sendiri. Sumberdaya alam penting yang tak terbarukan, seperti air dan energi fosil semakin cepat terkuras.

“Program masjid ramah lingkungan atau ecoMasjid diharapkan dapat menjadikan masjid yang mempunyai kepedulian terhadap hubungan timbal balik antar makhluk hidup dan lingkungannya untuk Penghidupan Berkelanjutan kita semua,” kata Wakil Presiden RI dan Ketua Umum Dewan Masjid Indonesia, HM. Jusuf Kalla dalam peluncuran ecoMasjid di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur, Sabtu (11/11).

EcoMasjid adalah program pengelolaan masjid yang berkelanjutan melalui aktivitas memelihara lingkungan hidup dan sumber daya alam yang bertujuan untuk meningkatkan afektifitas dakwah lisan dan aksi nyata secara terukur sebagai perwujudan Islam yang membawa rahmat bagi seluruh alam semesta. Program EcoMasjid ini merupakah program dari Lembaga Pemuliaan Lingkungan Hidup (PLH) dan Sumberdaya Alam (SDA) Majelis Ulama Indonesia.

Masjid merupakan salah satu sarana yang digunakan untuk pembinaan moral keagamaan. Masjid bukan hanya semata-mata dijadikan sebagai sarana ibadah ritual (mahdhah), melainkan menjadi sarana dan sekaligus kekuatan dalam membangun dan menanamkan nilai-nilai kebaikan dan pembaharuan kehidupan umat, baik sekarang maupun pada masa yang akan datang.

Ketua Lembaga PLH &SDA Majelis Ulama Indonesia Dr.Ir. H. Hayu S. Prabowo mengatakan, memakmurkan masjid tidak bisa hanya dengan ceramah, perlu aksi nyata untuk membangun kemandirian umat dalam menghadapi ancaman kelangkaan air dan energi.

“Hal ini dilakukan dengan orientasi pengelolaan masjid yang mandiri dan berkelanjutan pada aspek idarah (manajemen), imarah (kegiatan memakmurkan), dan riayah (pemeliharaan dan pengadaan fasilitas),” katanya.

Baca juga :   Ceramah Tarawih di Tokyo, Wapres Pesan Jamaah Makmurkan Masjid

Sebagai informasi, pada 19 Februari 2016, Majelis Ulama Indonesia dan Dewan Masjid Indonesia telah memprakarsai program ecoMasjid yang diluncurkan di Masjid dan pondok pesantren Azzikra Sentul, Bogor. Beberapa tindak lanjut telah dilakukan terutama dalam hal mendukung fungsi utama masjid sebagai tempat ibadah, khususnya dalam peningkatan akses air dan sanitasi sebagai sarana bersuci (thaharah) untuk sahnya ibadah serta merupakan kebutuhan masyarakat paling mendasar yang saat ini dirasakan keadaannya semakin kritis.

Untuk mendukung peningkatan akses air dan sanitasi untuk masyarakat, Majelis Ulama Indonesia melalui Musyawarah Nasional MUI di Surabaya tahun 2015 telah membahas dan menetapkan Fatwa MUI no. 001/MUNAS-IX/MUI/2015 Tentang Pendayagunaan Harta Zakat, Infaq, Sedekah & Wakaf Untuk Pembangunan Sarana Air Bersih dan Sanitasi Bagi Masyarakat.

Diharapkan dana sosial keagamaan ini dapat membantu umat dalam pemenuhan kebutuhan dana untuk pembangunan akses air bersih dan sanitasi bagi masyarakat, terutama masyarakat miskin. Termasuk didalamnya dapat termasuk sarana pemenuhan tenaga listrik dalam penyediaan akses air dan sanitasi tersebut.

Selanjutnya program ecoMasjid ini akan ditingkatkan ke tingkat nasional melalui perlombaan pengelolaan lingkungan hidup melalui masjid. Program ini merupakan upaya meningkatkan kapasitas dan penguatan kelembagaan masjid menuju tatakelola yang bersih, suci dan sehat, juga ramah lingkungan dari tingkat kabupaten hingga tingkat pusat.

DANIEL AMRULLAH