Beranda Berita Tolak Jalur Penerimaan Penghafal Kitab Suci, UGM Tertinggal dari PTN Lain

Tolak Jalur Penerimaan Penghafal Kitab Suci, UGM Tertinggal dari PTN Lain

BERBAGI
Mahasiswa Baru UGM membentuk formasi garuda pancasila/ugm.ac.id

Jakarta, AHAD.CO.ID- Pemerhati pendidikan Indonesia, Nuim Hidayat, M.Si menyesalkan keputusan UGM yang menolak penerimaan mahasiswa baru lewat jalur penghafal kitab suci. Menurutnya jika itu benar dilakukan, maka UGM tertinggal oleh Perguruan Tinggi Negeri lainnya.

“Karena beberapa universitas negeri lain telah melakukan. Seperti IPB, UNS, Unair dan lain-lain,” kata Nuim kepada AHAD.CO.ID, Senin (6/11).

Lebih lanjut dia menjelaskan, para penghafal Al Quran telah teruji kecerdasannya dengan hafalan lebih dari 6000 ayat. Sehingga mereka akan siap otaknya bila menerima ilmu-ilmu yang lain.

“Tentu saja bila ilmu yg diambil di universitas belum mereka pelajari dasar-dasarnya dari SMA, mereka harus menggenjot belajar dari awal,” kata lelaki yang kerap dipanggil Gus Nuim itu.

Dari pengalaman yang ada, imbuhnya, anak-anak SMA atau mahasiswa yang hafal Al Quran banyak yang berprestasi dalam akademiknya. Di samping itu akhlak anak-anak yang hafal Al Quran lebih terjaga daripada yang tidak. Karena bila akhlaknya buruk, maka hilanglah hafalannya.

Baca juga :   MUI: Kalau sekarang HTI dibubarkan, Mungkin Sebentar Lagi FPI

“Dan ini yang dilupakan dalam pendidikan kita. Masalah akhlak. Pendidikan kita dewasa ini lebih menitikberatkan transfer pengetahuan daripada membentuk akhlak. Dan inilah yang menyebabkan kegagalan pendidikan kita sekarang,” jelasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Universitas Gadjah Mada (UGM) menolak usulan Fakultas Ekonomika dan Bisnis UGM terkait penerimaan mahasiswa baru melalui jalur prestasi penghafal dan pelantun seni kitab suci.

Alasannya dalam pelaksanaan Tri Dharma perguruan tinggi, UGM selalu berpedoman pada Pancasila, UUD 1945 dan kebudayaan Indonesia. “Landasan inilah yang melatarbelakangi proses penerimaan mahasiswa baru UGM,” kata juru bicara UGM, Iva Aryani dalam keterangan yang AHAD.CO.ID terima, Ahad (5/11).

DUDY S.TAKDIR