Beranda Berita Laporan Pimred AHAD dari Kamp Pengungsi Rohingya di Bangladesh

Laporan Pimred AHAD dari Kamp Pengungsi Rohingya di Bangladesh

BERBAGI
kredit foto : AHAD.CO.ID/Tjahja Gunawan

Bangladesh, AHAD.CO.ID- Pemimpin Redaksi AHAD Media yang juga Dewan Pembina Forum Jurnalis Muslim (Forjim) Tjahja Gunawan bersama dua relawan Lazis Dewan Dakwah, mengunjungi para pengungsi muslim Rohingya di Bangladesh, pekan lalu.

“Saya bersama dua relawan Lazis Dewan Dakwah mengunjungi sejumlah pengungsi yang tersebar di Cox’s Bazar, Ramu, Teknaf, Ukhia, Leda, Nayapara, Shamlapur dan Kutupalong,” ujar Tjahja Gunawan, yang juga mantan wartawan salah satu media nasional.

Pada kesempatan itu, Lazis Dewan Dakwah ikut menyalurkan bantuan berupa paket makanan senilai 8.000 Dollar AS, pompa air senilai 1.800 Dollar AS, dana untuk pembangunan dua madrasah RP 39 juta serta dana untuk pembangunan dua mesjid Rp 21 juta.

Menurut Nurbowo, dari Lazis Dewan Dakwah, bangunan madrasah maupun masjid di tempat pengungsian bersifat sementara berupa tenda, bahannya dari bambu dan terpal serta pengeras suara.

Selain itu, Lazis Dewan Dakwah juga ikut membantu memberikan bantuan tunjangan honor bagi para imam dan ustadz yang berjumlah 45 orang.

“Setiap imam dan ustadz mendapat tunjangan honor 5.000 Taka Bangladesh. Kalau dikonversi hampir Rp 1 juta per orang. Nilainya tidak besar tapi semoga ikut membantu mereka,” tambah Nurbowo.

Baca juga :   Kesehatan Mursyid Aam Ikhwanul Muslimin Memburuk di Tahanan Mesir

Sejak tanggal 25 Agustus 2017, ekskalasi tindak kekerasan terhadap etnis muslim minoritas Rohingya di Rakhine State, Myanmar semakin meningkat. Tercatat lebih dari 519.000 pengungsi baru Rohingya telah menyebrang ke Bangladesh hingga 10 Oktober 2017.

Sementara etnis Rohingya yang telah mengungsi ke Bangladesh sebelum tanggal 25 Agustus 2017 lebih dari 500.000 tersebar di Cox’s Bazar, Ramu, Teknaf, Ukhia, Leda, Nayapara, Shamlapur dan Kutupalong.

Berdasarkan data yang dihimpun oleh Tim Komite Nasional Save Rohingya (KNSR) yang kini berada di Bangladesh dan Myanmar, menggambarkan indikasi kuat adanya etnis cleansing atau genosida.

Kesaksian dari sejumlah pengungsi juga menyatakan ada upaya sistematis dan terencana dari tentara Myanmar untuk melakukan pengusiran, pembakaran rumah penduduk, dan pembunuhan kepada etnis Rohingya yang tersebar di berbagai pemukiman di Rakhine State.

TJAHJA GUNAWAN DIREDJA