Beranda Berita 58 Persen Mahasiswa Yahudi Tak Kerasan Tinggal di Israel

58 Persen Mahasiswa Yahudi Tak Kerasan Tinggal di Israel

BERBAGI
Ilustrasi

Nazaret, AHAD.CO.ID- Sebuah jajak pendapat Israel menjelaskan 58% mahasiswa Yahudi berfikir mereka ingin migrasi dari entitas Zionis karena kesulitan keuangan dan mencari alternatif yang lebih baik.

Surat kabar Zionis Ma’arev edisi Ahad (15/10) mengatakan 34% mahassiswa Yahudi berfikir pindah ke Eropa bisa kondisi kerjanya menarik dan 24% menegaskan mereka akan hijrah tanpa menujukkan sebabnya.

Hasil jajak pendapat ini menunjukkan adanya hubungan langsung dengan generasi mahasiswa dan keinginannya untuk meninggalkan Israel, untuk memperbaiki peluang mereka untuk membeli apartemen atau menyewa satu unit dengan syarat yang lebih baik dari yang disediakan entitas Zionis untuk mereka.

Jajak pendapat ini menyatakan bahwa 66% mahasiswi akan mengkaji untuk meningalkan Israel, sementara untuk mahasiswa (laki-laki) 57%. Data ini juga menujukkan bahwa 68% mahasiswa sekuler mengungkapkan kesiapannya untuk meninggalkan Israel, sementara untuk mahasiswa religius hanya 45%.

Hasil jajak pendapat ini menunjukkan bahwa 62% mahasiswa kelas dua akan berfikir untuk meninggalkan negara Zionis guna mendapatkan kesempatan yang lebih baik untuk membeli apartemen, dibandingkan dengan mahasiswa kelas satu sebanyak 56%.

Baca juga :   Rumah Zakat Cek Kesehatan Warga Pulau Pari

Jajak pendapat ini mengingatkan bahwa 47% mahasiswa yang sudah menikah setuju pindah ke negara lain, sementara itu untuk mahasiswa yang belum menikah mencapai 62%.

Ini bukanlah survei pertama yang menunjukkan meningkatnya keinginan hijrah dari entitas Zionis. Survei yang hasilnya dilansir pada bulan Maret 2017 lalu menunjukkan bahwa sepertiga orang Yahudi yang tinggal di Israel ingin hijrah ke luar.

Hasil jajak pendapat ini menjelaskan bahwa mereka yang ingin meninggalkan Israel adalah para pemuda Yahudi yang usianya berkisar antara 23-29 tahun.

Jajak pendapat ini menjelaskan meningkatnya masalah dalam perasaan identitas, keterikatan dan afiliasi kepada bangsa dan negara di kalangan masyarakat Yahudi di Israel. Realitas ini menciptakan keretakan dan perpecahan di seluruh masyarakat Israel.

PIP | DUDY S TAKDIR