Beranda Berita Ustaz Arifin Ilham: Jangan Main-main dengan Poligami

Ustaz Arifin Ilham: Jangan Main-main dengan Poligami

BERBAGI

Bogor, AHAD.CO.ID- Ustaz Arifin Ilham berpesan agar jangan main-main dengan poligami. Poligami merupakan syariat Allah, yang dicontohkan Rasulullah Muhammad SAW.

“So jangan main-main dengan hukum Allah karena itu kalau tidak mampu lebih baik bersabar dan berbahagia dengan cukup satu istri,” kata Arifin Ilham kepada para wartawan yang tergabung dalam Forum Jurnalis Musim (Forjim) di Majelis Az-Zikra, Sentul, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Rabu malam (11/10).

Dalam beberapa hari terakhir ini, media massa ramai memberitakan Arifin Ilham setelah da’i kondang ini memperkenalkan pernikahan dengan istri ketiganya seorang janda beranak dua yakni Umi Akhtar. Sedangkan dua istri sebelumnya yang telah dinikahi oleh Ustaz Arifin Ilham adalah Wahyuniati Al-Waly atau Umi Yuni, dan Rania Bawazier atau Umi Nia.

Arifin menjelaskan, sebelum melakukan poligami, seorang suami harus sudah menjadi teladan di dalam rumah tangganya. Oleh karena itu, jika hendak menikah lagi seorang suami selain harus mendapat izin istri juga harus mendapat izin dan ridho orangtua.

“Jangan melangkah tanpa kesiapan istri pertama, kemudian fahamkan pada keluarga terutama anak-anak ketika seorang suami hendak berpoligami serta bersabar dalam menjalani prosesnya,” pesan Arifin Ilham.

Proses yang harus dijalani seorang suami yang akan berpoligami, melakukan Sholat Istikharoh agar iman lebih dominan dari nafsu.

“Jangan menikah sembunyi-sembunyi karena akan mendatangkan banyak dusta,” tegas Arifin Ilham. Makanya, lanjut dia, dirinya sengaja mengumumkan kepada publik setiap pernikahannya karena nikah merupakan syiar Islam.
Pernikahan merupakan jalan lahir untuk memperbanyak generasi umat Rasulullah dan bisa mendatangkan sejuta hikmah. Namun, terang Arifin, poligami besar pula mudharatnya bagi mereka yang belum paham.

“Nikah bukan harga yang bisa dibagi-bagi, tetapi merupakan nilai yang bisa menambah rasa syukur kepada Allah SWT,” katanya.

Suami yang memutuskan untuk berpoligami harus dinyatakan resmi oleh aturan negara sebagai tanda taat hukum sehingga statusnya jelas dan terhormat. Hal itu pula yang dilakukan Arifin Ilham dalam setiap pernikahannya.

Arifin Ilham menjelaskan, Islam mengajarkan umatnya supaya pernikahan itu dipublikasikan. Kemudian dia mengutip hadist Rasulullah sebagaimana diriwiyatkan HR Ahmad dan Tirmidzi: “A’linuu haadzan-nikaaha waj-‘aluuhu fi’l-masaajidi wadh-ribuu ‘alaihid-dufuufa”. Umumkanlah pernikahan, selenggarakanlah di masjid dan bunyikanlah tetabuhan.

Hadist lain yang diriwayatkan HR Ummu Salamah ra menyebutkan: “Kumandangkanlah pernikahan dan rahasiakanlah peminangan”

Sekali lagi Arifin Ilham menegaskan, pernikahan yang dilakukan secara sembunyi-sembunyi bukan hanya jauh dari sunnah apalagi syiar, malah justru menimbulkan mudhorot besar dan banyak fitnahnya.

Baca juga :   Ulama dan Dai Internasional Akan Gelar Pertemuan di Kota Padang

Seorang suami yang berjalan dengan istrinya yang sah bisa saja difitnah berzina. Kata Arifin, yang salah adalah yang memfitnah tetapi juga salah yang tidak mengumumkan pernikahan karena telah membuka peluang terjadinya fitnah. Dakwah terbaik bukan hanya memberi contoh tetapi menjadi contoh nyata.

Rasulullah menggendong sayyidah Aisyah saat menyaksikan perlombaan kuda, mengangkat sayyidah Shofiyyah naik onta dan banyak lagi kisah indah Rasulullah. Dari Zaid bin Tsabit, ia berkata tentang Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam : “Beliau orang yang suka bercanda dg istrinya” (HR Bukhari)

Jelas ini tontonan terindah bagi para sahabat yg menyaksikan ini, tetapi menjadi tuntunan da’wah dan uswah hasanah terindah bersikap terbaik kepada keluarga dihadapan umat.

“Tontonan pun berubah menjadi tuntunan mulia. Apalagi da’wah di era media sosial benar-benar tantangan besar bukan lagi ‘katanya atau kisahnya saja, mana buktinya?!,” tambah Arifin Ilham sambil tergelak.

Karena itulah, lanjut Arifin, dibutuhkan contoh nyata bahwa syariat Allah itu memang sangat membahagiakan bagi hamba-hamba yang beriman kepadaNya dan RasulNya.

“Yang dipublikasikan bukan bermesraan dan bercumbu rayunya. Ini jelas ini sangat memalukan, tetapi kebahagiaan, kebersamaan dan pendidikan yang menjadi contoh kebaikan hidup berumah tangga,” tutur Arifin.

Arifin sekali lagi berpesan bahwa poligami hanya bisa dilakukan oleh mereka yang mampu karena memang syarat-syaratnya juga sangat berat, terutama kesiapan istri pertama dan keluarga. Kalau tidak siap dan tidak mampu melakukannya, malah berakibat hancurnya bahtera rumah tangga, untuk apa poligami kalau hanya berakhir dengan hancurnya rumah tangga.

Menanggapi komentar miring tentang dirinya, Arifin Ilham menjelaskan, kalau hati bersih karena keindahan iman, maka ia memandang apapun dengan bersih pula, penuh dengan kebaikan, kesantunan bahasa dan kemuliaan bersikap. Tetapi sebaliknya kalau hati kotor, maka ia memandang apapun dengan buruk sangka, bahasa kedengkian dan penuh hujatan kebencian.

“Allahumma ya Allah maafkanlah sahabat hamba yang memfitnah hamba, maafkan sahabat hamba yang menghujat hamba, hamba yang difitnah dan dihujat ikhlas rela memaafkannya karena cinta sayang hamba pada mereka dan umat Nabi Muhammad SAW karena Engkau…aamiin,” pungkas Arifin Ilham.

TJAHJA GUNAWAN DIREDJA