Beranda Berita Ini Tanggapan Komnas HAM Soal Prostitusi Gay Berkedok Spa

Ini Tanggapan Komnas HAM Soal Prostitusi Gay Berkedok Spa

BERBAGI
Komisioner Komnas HAM, Maneger Nasution/Ist

Jakarta, AHAD.CO.ID- Komisioner Komnas HAM, Maneger Nasution mengapresiasi kinerja kepolisian yang kembali berhasil membongkar praktik prostitusi sesama jenis. Menurutnya Polisi harus menuntaskan kasus tersebut, tidak hanya pelakunya, tetapi juga penyelenggara dan pemilik usaha tersebut.

“Perilaku menyimpang itu di samping bertententangan dengan hukum nasional, juga tidak sesuai dengan HAM Pancasila, HAM ysng adil dan beradab,” katanya di Jakarta, Senin (9/10).

Dia meminta polisi juga menyelidiki adanya impor perilaku menyimpang dari luar negeri, karena LGBT merupakan isu global. “Bukan tidak mungkin itu strategi global untuk merusak keadaban Indonesia. Ini adalah proxi,” imbuhnya.

Apalagi, lanjut dia, seperti dijelaskan Polisi, dari 51 orang yang ditangkap, ada tujuh warga negara asing.

“Di antaranya empat orang warga negara Tiongkok, satu orang warga negara Singapura, satu orang warga negara Thailand, dan satu orang warga negara Malaysia,” jelasnya.

Kendati demikian, dia meminta dalam memproses pelaku, penyelenggara, pengusaha prostitusi sesama jenis tersebut, polisi harus sesuai dengan mekanisme hukum nasional dan HAM Indonesia, sila kedua Pancasila, HAM yang adil dan beradab.

Lebih lanjut dia menjelaskan, penanganan LGBT di Indonesia harus komprehensif. Bagi korban, negara harus hadir menyiapkan program untuk membantu agar mereka mampu keluar dari lingkaran perilaku seks menyimpang.

Baca juga :   Muslim Marawi Pinjamkan Hijab untuk Selamatkan Warga Kristen

“Bagi siapa pun yang mengkampanyekan perilaku menyimpang itu kepada warga negara apalagi kepada anak-anak dan remaja, perlu penegakan hukum yang tegas. Sedangkan bagi pengusaha atau siapa pun yang memfasilitasi bagi terselenggaranya prostitusi sesama jenis itu juga perlu penegakan hukum yang tegas,” katanya.

Pememrinta kata Maneger wajib memastikan bahwa hal yang sama tidak terulang lagi di masa mendatang. Tokoh agama, tokoh masyarakat, dan keluarga Indonesia harus secara bersama-sama meningkatkan kesadaran hukum, regiulitas dan ketahanan keluarga Indonesia.

“Sehingga keluarga Indonesia memiliki imunitas untuk menangkal kampanye-kampanye perilaku menyimpang yang mengintervensi keluarga Indonesia,” kata dia.

Sebelumnaya Polres Metro Jakarta Pusat membongkar prostitusi dilakukan oleh sesama jenis, laki-laki, di salah satu tempat SPA di kawasan Harmoni, Jakarta Pusat. Berdasarkan keterangan Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono (7/10/2017), Sebanyak 51 orang ditangkap.

DAMAR ABDUL HAYY