Beranda Syiar Islamic Book Fair 2018 Akan Kembali Digelar di JCC

Islamic Book Fair 2018 Akan Kembali Digelar di JCC

BERBAGI
Ilustrasi

Jakarta, AHAD.CO.ID- Penyelenggaraan Islamic Book Fair (IBF) atau pameran buku-buku Islam terbesar akan kembali digelar di Balai Sidang Jakarta atau Jakarta Convention Center (JCC) pada 18-22 April 2018.

“Insya Allah, pelaksanaannya masih di tempat yang sama, yakni JCC. Dan pada penyelenggaraan IBF kali ini kami berharap bisa memberikan yang terbaik bagi para pecinta buku, peserta pameran, pengunjung, dan seluruh stakeholders dunia perbukuan,” kata ketua panitia pelaksana M Anis Baswedan, Kamis (5/10/).

Anis menambahkan, pihak panitia penyelenggara telah menyiapkan berbagai hal untuk menyambut ‘event’ pameran buku Islam yang terbesar di Tanah Air ini. “Mulai dari promosi, publikasi, silaturahim ke pihak sponsor, juga ke lingkup pesantren, kampus, sekolah, instansi terkait dan masyarakat,” terangnya.

Dengan berbagai promo dan aktivitas yang telah dijalankan tersebut, pihaknya berharap mendapatkan tanggapan positif dari banyak pihak, terutama para sponsor dan peserta pameran. “Tahun lalu, sekitar 200-300 peserta ikut meramaikan penyelenggaraan Islamic Book Fair. Tahun ini kami harapkan minimal sama dengan tahun lalu,” kata direktur Penerbit Akbar Media ini.

Baca juga :   Peringatan Milad Pertama Brigade Jawara Betawi Akan digelar di CFD

Begitu pula dengan jumlah pengunjung pameran. Dari beberapa pameran buku yang pernah diselenggarakan, pengunjung Islamic Book Fair, ungkap Anis, selalu dipadati para pengunjung.

“Sewaktu di Istora dulu, jumlahnya bisa mencapai 400.000 – 450.000 pengunjung selama 10 hari. Sedangkan di JCC, jumlahnya sekitar 150.000-200.000, karena waktu penyelenggaraannya hanya lima hari,” kata dia.

Anis berharap, pameran Islamic Book Fair 2018 ini mampu menumbuhkan minat baca masyarakat. Karena itu, dia mengajak lembaga pemerintah seperti Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Kementerian Agama (Kemeng), Kementerian Sosial (Kemensos), Kementerian Desa dan Percepatan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT), Badan Ekonomi Kreatif (BeKraf) serta lembaga terkait lainnya untuk turut serta mengikuti pameran buku-buku Islam ini.

PANJIMAS | DANIEL AMRULLAH